TERNATE — Operasi pasar untuk menekan inflasi kembali dijalankan di Ternate. Disperindag setempat menggandeng Bank Indonesia (BI) dan Perum Bulog agar harga bahan pokok yang ditawarkan bisa lebih rendah daripada harga di pasaran umum. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung Senin hingga Rabu pekan depan.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Ternate, Sofyan Umasangadji, mengatakan operasi pasar bertujuan menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi gejolak bahan pokok. ”Ini merupakan salah satu agenda pengendalian inflasi. Operasi pasar ini dilakukan atas kerja sama dengan BI dengan tujuan untuk menunjang serta mengantisipasi keadaan bahan yang ada,” ujarnya, Rabu (2/9/2026).
Operasi pasar ini tidak menyasar kelompok tertentu. Seluruh warga boleh membeli kebutuhan pokok dengan harga yang sengaja ditekan di bawah harga eceran yang berlaku di pasar tradisional maupun modern di Ternate.
”Target sasarannya masyarakat umum, di mana harga yang ditawarkan sedikit di bawah harga pasar pada umumnya,” kata Sofyan.
Langkah ini diharapkan meringankan belanja harian warga di tengah dinamika harga yang kerap berubah setiap pekan.
Peran Bulog dalam operasi pasar ini disebut penting. Badan logistik itu bertugas memasok komoditas agar ketersediaan barang selama kegiatan berlangsung tidak terputus.
Kerja sama ketiga lembaga tersebut menjadi bagian dari strategi Ternate menjaga inflasi tetap terkendali. Disperindag memastikan operasi pasar tidak berhenti hari ini saja, tapi berkelanjutan selama tiga hari sesuai jadwal yang sudah direncanakan.
Dengan skema ini, pemerintah ingin harga sembako tetap terjangkau sekaligus memastikan pasokan kebutuhan warga kota aman hingga pekan depan.