MALUKU UTARA — Volkswagen menarik hampir 50.000 unit Tiguan di Amerika Serikat akibat bug pada perangkat lunak Body Control Module yang bisa mematikan mesin mendadak. Modul tersebut ternyata tidak hanya mengatur elektronik bodi, tetapi juga sistem pengapian kendaraan. Perbaikan wajib dilakukan lewat pembaruan software di dealer, bukan melalui over-the-air.
National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menerima laporan resmi dari Volkswagen terkait reset tak terduga pada Body Control Module (BCM) di SUV kompak Tiguan generasi terbaru. Temuan awal muncul saat pengujian kendaraan uji di fasilitas Volkswagen, yang berujung pada hilangnya seluruh tenaga penggerak secara instan.
Investigasi lanjutan menemukan sejumlah kecil kejadian serupa pada unit yang beredar di pasar luar Amerika Serikat. Volkswagen of America menyatakan belum menerima laporan kejadian di Tiguan yang dijual di AS, namun tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi.
Nama "Body Control" menyesatkan. Modul ini memang menangani berbagai fungsi elektronik di bodi kendaraan, tetapi juga memegang kendali atas sistem pengapian. Ketika BCM melakukan reset tanpa perintah, seluruh tenaga penggerak hilang seketika.
Dampaknya bukan cuma mesin mati. Lampu eksterior, kamera belakang, dan sejumlah kontrol lain ikut lumpuh bersamaan. Dalam kondisi berkendara normal, kombinasi kegagalan ini berpotensi memicu kecelakaan serius.
Yang mempersulit