JAILOLO — Wajah transportasi laut di Kabupaten Halmahera Barat dipastikan berubah signifikan dalam dua tahun ke depan. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan kini mulai menggarap gedung terminal penumpang Pelabuhan Jailolo yang didesain dengan standar pelayanan modern.
Pembangunan infrastruktur ini menjadi jawaban atas kebutuhan fasilitas publik yang lebih representatif di wilayah tersebut. Proyek ini sempat tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat, namun kini dipastikan berjalan dalam dua tahap pengerjaan menggunakan dana APBN.
Gedung terminal baru ini akan berdiri di atas lahan dengan dimensi 54,6 meter x 24 meter. Dengan luas tersebut, bangunan ini diproyeksikan mampu mengakomodasi hingga 300 calon penumpang dalam satu waktu, jauh lebih besar dibandingkan fasilitas yang ada saat ini.
Tak hanya sekadar ruang tunggu, pemerintah menyematkan sejumlah fasilitas penunjang untuk meningkatkan kenyamanan pengguna jasa, di antaranya:
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Jailolo, Rosihan Gamtjim, menjelaskan bahwa pengerjaan fisik tahap pertama pada tahun 2026 menyedot anggaran sebesar Rp6,22 miliar. Kontrak ini dimenangkan oleh CV Radja Rizky dengan target pengerjaan mencapai 90 persen dalam 180 hari kalender.
Memasuki tahun 2027, proyek akan berlanjut ke tahap penyelesaian akhir atau finishing. Estimasi kebutuhan anggaran tambahan untuk merampungkan seluruh detail bangunan mencapai Rp3 miliar.
“Tahun ini memang belum rampung seluruhnya, tetapi target kami akhir 2027 sudah selesai dan awal 2028 terminal ini sudah bisa digunakan masyarakat,” ujar Rosihan Gamtjim, Rabu (6/5/2026).
Kehadiran terminal yang modern ini diharapkan tidak hanya memperbaiki urusan logistik dan mobilisasi orang, tetapi juga menjadi magnet baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal di Halmahera Barat. Penataan area pedagang asongan di dalam terminal menjadi salah satu upaya agar sektor UMKM tetap hidup tanpa mengganggu ketertiban pelabuhan.
“Kami berharap terminal ini nantinya benar-benar memberi kenyamanan bagi masyarakat dan menjadi wajah baru Pelabuhan Jailolo yang lebih modern, aman, dan representatif,” pungkas mantan Kepala UPP Kelas II Babang tersebut.