Pencarian

RGG Studio Umumkan Stranger Than Heaven Sebagai Prekuel Epik Seri Yakuza

Kamis, 07 Mei 2026 • 22:53:01 WIB
RGG Studio Umumkan Stranger Than Heaven Sebagai Prekuel Epik Seri Yakuza
RGG Studio meluncurkan Stranger Than Heaven sebagai prekuel epik seri Yakuza dengan latar tahun 1915-1965.

RGG Studio resmi memperkenalkan Stranger Than Heaven, drama kriminal sejarah yang menjadi prekuel bagi seluruh lini gim Yakuza. Mengambil latar waktu selama 50 tahun sejak 1915, gim ini mengisahkan asal-usul pendiri Klan Tojo melalui sistem pertarungan aksi yang sepenuhnya baru.

Sega dan RGG Studio melakukan lompatan besar dengan mengumumkan Stranger Than Heaven, sebuah entri yang membawa pemain jauh ke masa sebelum peristiwa Yakuza 0. Gim ini memosisikan dirinya sebagai cerita asal-usul (origin story) dari Makoto, sosok fiktif yang menjadi pendiri Klan Tojo. Berbeda dengan pendekatan turn-based RPG pada seri Like a Dragon terbaru, judul ini kembali ke akar genre aksi namun dengan mekanisme yang dirombak total.

Sistem Pertarungan Manual Kendalikan Empat Anggota Tubuh

Inovasi paling mencolok dalam Stranger Than Heaven terletak pada sistem pertarungannya. RGG Studio meninggalkan mekanisme kombo skrip tradisional dan menggantinya dengan simulasi perkelahian jalanan yang lebih taktis. Pemain memiliki kendali penuh atas setiap anggota gerak Makoto secara terpisah menggunakan tombol trigger dan bumper pada kontroler.

Tombol sisi kanan (RB dan RT) digunakan untuk melancarkan serangan tangan dan kaki kanan, sementara sisi kiri (LB dan LT) mengendalikan bagian kiri tubuh. Mekanisme ini memungkinkan pemain merancang kombo sendiri secara real-time, seperti menangkis dengan satu tangan sambil membalas dengan tangan lainnya. Pemain juga bisa menahan tombol untuk serangan bertenaga atau menggunakan kedua sisi sekaligus untuk membanting lawan ke tanah.

Narasi Lima Dekade dan Transformasi Makoto Daito

Alur cerita gim ini membentang selama setengah abad, mulai dari tahun 1915 hingga 1965. Makoto Daito, pria berdarah campuran Jepang-Amerika, menjadi protagonis tunggal yang melarikan diri dari San Francisco menuju Jepang. Perjalanannya dibagi menjadi lima era atau "panggung" yang berlokasi di lima kota berbeda: Kokura (1915), Kure (1929), Minami (1943), Atami (1951), dan berakhir di Kamurocho (1965).

Setiap era merepresentasikan fase hidup Makoto, mulai dari imigran gelap yang berusaha bertahan hidup hingga menjadi gangster sekaligus showman ternama. RGG Studio mengisyaratkan bahwa setiap kota merupakan bagian diskrit, yang berarti aktivitas sampingan dan minigame mungkin akan terkunci secara permanen begitu cerita berlanjut ke dekade berikutnya. Lokasi ikonik Kamurocho akan menjadi titik penutup di mana rahasia besar organisasi kriminal tersebut terungkap.

Snoop Dogg dan Kolaborasi Aktor Papan Atas

RGG Studio kembali menunjukkan taringnya dalam urusan casting dengan menggandeng talenta internasional dan lokal. Rapper Amerika Serikat, Snoop Dogg, berperan sebagai Orpheus, seorang penyelundup internasional yang menjadi mentor awal Makoto. Aktor Jepang Dean Fujioka turut bergabung memerankan Yu Shinjo, sahabat sekaligus rival utama Makoto yang memiliki ambisi besar untuk mengubah wajah Jepang.

Daftar pemeran lainnya mencakup nama-nama besar seperti Tori Kelly sebagai penyanyi bernama Suzy, serta Satoshi Fujihara yang memerankan pianis berbakat bernama Takashi. Gim ini juga melibatkan pengisi suara veteran Akio Otsuka dan aktris Moeka Hoshi yang baru-baru ini dikenal lewat serial Sh?gun. Menariknya, gim ini menggunakan teknologi pemindaian wajah untuk menghadirkan mendiang aktor legendaris Bunta Sugawara dalam karakter yakuza senior.

Simulasi Bisnis Showman dan Aktivitas Sampingan

Sisi manajemen bisnis yang menjadi ciri khas seri ini hadir melalui peran Makoto sebagai pengelola pertunjukan. Pemain harus mengelola bisnis hiburan dengan merekrut penyanyi dan musisi berbakat yang ditemui di jalanan. Strategi diperlukan dalam menentukan susunan pemain untuk melodi, harmoni, hingga bagian ritme guna memastikan kesuksesan pertunjukan di atas panggung.

Meskipun memiliki nada cerita yang lebih dramatis dan serius, elemen hiburan tetap tersedia melalui berbagai minigame bertema historis. Pemain dapat mencoba adu panco, arena menembak tradisional, hingga permainan kartu Karuta. Terkait fitur karaoke, pengembang belum memberikan konfirmasi resmi, namun fokus besar pada elemen musik dan bakat menyanyi Makoto memberikan sinyal kuat bahwa fitur tersebut akan tetap hadir dalam format yang disesuaikan dengan zamannya.

Stranger Than Heaven dijadwalkan meluncur pada musim dingin mendatang. Masayoshi Yokoyama, pimpinan RGG Studio, menargetkan gim ini dapat dinikmati pemain sebelum akhir tahun 2026, meski jadwal rilis spesifik untuk pasar global biasanya akan diumumkan mendekati tanggal peluncuran.

Bagikan
Sumber: pcgamer.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks