TERNATE — Marliza M. Tauhid resmi dikukuhkan sebagai Bunda Literasi Kota Ternate untuk periode 2026–2030. Prosesi berlangsung di Bela Hotel Ternate, Senin (11/5/2026), dan dihadiri langsung Kepala Perpustakaan Nasional RI Aminudin Aziz serta Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe. Naskah pengukuhan dibacakan oleh Rusni Sarbin.
Langkah Awal: Koordinasi OPD dan Pemetaan Komunitas
Usai dikukuhkan, Marliza menyusun program kerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, terutama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ternate. Ia menegaskan peran Bunda Literasi adalah sebagai penggerak, bukan pelaksana tunggal.
“Kami akan berkoordinasi dengan OPD terkait karena Bunda Literasi berperan sebagai penggerak kegiatan literasi dan tidak terlepas dari dukungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ternate,” ujarnya.
Mengapa Kelurahan Menjadi Sasaran Prioritas?
Marliza mengakui tantangan terbesar saat ini adalah meningkatkan minat baca masyarakat. Selama ini kegiatan literasi cenderung terpusat di kota. Ia mendorong program literasi menyasar langsung ke tingkat kelurahan agar budaya membaca tumbuh lebih merata.
Ia juga menyoroti komunitas literasi yang dinilai aktif namun minim dukungan berkelanjutan. “Komunitas literasi di Ternate sangat banyak dan aktif. Tinggal bagaimana kita memberikan perhatian dan penguatan kepada mereka,” katanya.
Sinergi Lima Tahun: Pemerintah, Sekolah, dan TBM
Ke depan, kolaborasi akan diperkuat dengan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan perpustakaan komunitas yang sudah berjalan. Marliza berharap sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, sekolah, dan masyarakat menjadi fondasi kuat membangun budaya literasi di Kota Ternate selama lima tahun ke depan.