Pemprov Maluku Utara Kejar Sinkronisasi, 2.000 Km Jalan Jadi Prioritas

Penulis: Edi Wahyono  •  Kamis, 07 Mei 2026 | 17:39:29 WIB
Gubernur Sherly Laos menyoroti pentingnya penyelesaian 2.000 km ruas jalan di Maluku Utara untuk pemerataan ekonomi.

TERNATE — Gubernur Sherly Laos mengakui paradoks pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang pesat namun belum merata ke seluruh wilayah. Pertumbuhan itu, tuturnya, tertahan oleh keterbatasan konektivitas infrastruktur jalan dan pelabuhan yang masih perlu dibangun atau diselesaikan secara massif.

"Pertumbuhan ekonomi kita sangat tinggi, bahkan di atas rata-rata nasional. Namun tantangan kita adalah bagaimana memastikan pembangunan ini bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh wilayah," ujar Sherly dalam acara Musrenbang RKPD 2027 di Bela Hotel Ternate.

2.000 Km Jalan Belum Terselesaikan, Akan Dibagi per Kewenangan

Dari pemetaan infrastruktur jalan yang telah dilakukan pemerintah daerah, terdapat sekitar 2.000 kilometer ruas jalan yang masih perlu diselesaikan di Maluku Utara. Ruas-ruas tersebut akan dibagi berdasarkan kewenangan antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan didorong melalui dukungan pembiayaan Corporate Social Responsibility (CSR) serta Instruksi Jalan Daerah (IJD) dari APBN.

Dokumen IJD telah disiapkan oleh pemerintah provinsi bersama kabupaten dan kota, dan saat ini tinggal menunggu respons dan tindak lanjut dari pemerintah pusat untuk memulai proses realisasi pembangunan.

Pelabuhan Terhambat Proses Hibah Aset ke Pusat

Sektor pelabuhan juga menjadi fokus infrastruktur unggulan dengan potensi dukungan dari Kementerian Perhubungan. Namun, proyek ini masih terkendala status aset daerah yang perlu diselesaikan terlebih dahulu melalui proses hibah kepada pemerintah pusat sebelum kementerian dapat memulai intervensi pembangunan.

"Ini yang terus kita dorong, agar proses hibah aset bisa segera diselesaikan sehingga pembangunan pelabuhan oleh Kementerian Perhubungan dapat berjalan," jelasnya.

Sinkronisasi Data dan Administrasi Kunci Akses Dana APBN

Gubernur menekankan arahan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tentang pentingnya tiga hal: sinkronisasi data, kesiapan administrasi, dan penentuan skala prioritas pembangunan daerah. Kesiapan tersebut menjadi faktor kunci agar Maluku Utara dapat lebih optimal dalam mengakses dukungan pendanaan dari APBN.

"Ketika pusat memiliki anggaran, daerah yang siap secara data dan administrasi akan lebih cepat mendapatkan intervensi pembangunan," tegasnya.

Musrenbang RKPD 2027 yang dihadiri Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Sekretaris Daerah Samsuddin A. Kadir, Kepala Bappeda Muhammad Sarmin S. Adam, unsur Forkopimda, serta para bupati dan wali kota se-Maluku Utara diharapkan menjadi momentum penting untuk menyatukan arah kebijakan pembangunan antara ketiga level pemerintahan guna mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah tersebut.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: halmaherapost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top