West Ham United menghadapi ancaman degradasi dan krisis likuiditas serius di tengah ambisi besar menjadi klub elit Premier League. Tim asuhan Nuno Espirito Santo wajib meraih poin saat menjamu pemimpin klasemen Arsenal pada Minggu besok demi menjaga asa bertahan di kasta tertinggi.
Kondisi internal West Ham United berada di titik nadir setelah laporan keuangan terbaru menunjukkan potensi krisis likuiditas pada musim panas 2026. Skenario degradasi kini menjadi ancaman nyata yang bisa memperburuk stabilitas finansial klub, hanya tiga tahun setelah mereka merayakan gelar Conference League dan menjual Declan Rice seharga 105 juta poundsterling.
Manajemen The Hammers saat ini dihantui oleh ramalan kekurangan dana segar yang dipicu oleh kebijakan transfer yang tidak efektif. Meskipun mendapatkan dana besar dari penjualan Declan Rice ke Arsenal, klub justru menghabiskan uang tersebut untuk merekrut pemain yang dianggap gagal beradaptasi. Skuad yang menua dan lambat membuat performa tim merosot tajam di klasemen Premier League.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan janji manis mantan Wakil Ketua, Karren Brady, saat memindahkan klub dari Upton Park satu dekade lalu. Kala itu, Brady menjanjikan stadion kelas dunia dengan tim kelas dunia. Namun, realita saat ini justru menunjukkan ketidaksiapan infrastruktur manajemen dalam menghadapi persaingan di level atas.
Ketua klub David Sullivan pernah menyatakan pada 2017 bahwa kepindahan ke London Stadium bertujuan agar West Ham tidak lagi dianggap sebagai "klub semenjana" atau tinpot club. Sullivan meyakini stadion berkapasitas 62.500 kursi akan menarik minat pemain bintang. Namun, identitas klub justru terlihat kabur jika dibandingkan dengan tim seperti Brentford, Brighton, atau Bournemouth.
Klub-klub tersebut, meski memiliki stadion lebih kecil, menunjukkan organisasi dan pembangunan skuad yang jauh lebih cerdas. West Ham justru terlihat gagap dalam mengelola ambisinya. "Merasa seperti klub besar tidaklah sama dengan benar-benar menjadi klub besar," menjadi kritik tajam yang kini dialamatkan kepada kepemimpinan Sullivan.
Laga melawan Arsenal pada Minggu besok menjadi partai hidup mati bagi Nuno Espirito Santo. Setelah menggantikan Graham Potter pada September lalu, Nuno perlahan mulai memberikan stabilitas dengan catatan tidak terkalahkan dalam enam laga kandang terakhir. Namun, kekalahan 3-0 dari Brentford pekan lalu kembali mengekspos rapuhnya lini pertahanan mereka yang sudah kebobolan 61 gol musim ini.
Arsenal datang ke Stratford dengan motivasi tinggi setelah memastikan tempat di final Liga Champions dan berpeluang meraih gelar liga pertama sejak 2004. Declan Rice, yang menjadi motor serangan The Gunners, dipastikan tampil profesional tanpa kompromi meski memiliki sejarah panjang bersama tuan rumah. West Ham harus berharap pada keajaiban serangan balik melalui Jarrod Bowen dan Crysencio Summerville untuk mencuri poin dari sang pemuncak klasemen.
Jika gagal meraih poin dan di saat bersamaan Nottingham Forest serta Leeds United meraih hasil positif, West Ham akan semakin terbenam di zona merah. Nasib klub yang bermimpi menjadi raksasa London ini kini berada di ujung tanduk, terjepit di antara ambisi masa lalu dan realita pahit di lapangan.