Philips Sonicare 7100 Hadirkan Sikat Gigi Bluetooth yang Bisa Ubah Kebiasaan Menyikat Pengguna

Penulis: Edi Wahyono  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 20:19:09 WIB
Philips Sonicare 7100 hadir dengan teknologi Bluetooth untuk mendukung kebiasaan menyikat gigi yang lebih baik.

Philips baru saja meluncurkan Sonicare 7100, sikat gigi elektrik nirkabel yang bisa terhubung ke ponsel melalui Bluetooth. Perangkat ini dijual seharga $159 (sekitar Rp 2,5 juta) dan sudah tersedia di berbagai toko ritel seperti Amazon dan Target. Yang menarik, sikat ini tidak hanya mengandalkan aplikasi sebagai nilai jual utama, melainkan menawarkan fitur-fitur mandiri yang tetap berguna meski tanpa koneksi.

Baterai Tahan Lama dan Bobot Ringan Jadi Nilai Jual Utama

Salah satu keunggulan utama Sonicare 7100 adalah daya tahan baterainya yang luar biasa. Dalam pengujian, perangkat ini mampu bertahan berminggu-minggu tanpa perlu diisi ulang. Bobotnya yang sekitar 125 gram dengan kepala sikat terpasang membuatnya ringan di tangan, meski ukuran gagangnya sedikit lebih besar dari sikat biasa.

Bagi pengguna Indonesia yang terbiasa dengan sikat gigi manual, transisi ke perangkat elektrik ini terasa mulus. Gagangnya dilengkapi tombol yang mudah dijangkau ibu jari, dengan lampu LED putih yang menandakan mode dan intensitas yang dipilih. Desain flat buttress di bagian bawah memungkinkan sikat diletakkan dalam posisi tidur, menjaga kebersihan lebih baik dibanding sikat yang harus berdiri di charger.

Empat Mode Menyikat yang Bisa Disesuaikan

Philips Sonicare 7100 menawarkan empat mode menyikat yang bisa dikustomisasi dengan tiga tingkat intensitas. Pengguna bisa memilih mode pembersihan standar, pemutih, perawatan gusi, atau mode deep clean. Setiap mode bisa diatur kekuatannya sesuai sensitivitas gigi dan gusi masing-masing.

Fitur sensor tekanan juga menjadi nilai tambah. Sikat ini akan memberi peringatan jika pengguna menyikat terlalu keras, yang umum terjadi pada pemula. Kombinasi ini, menurut pengujian Tom's Guide, memberikan hasil pembersihan yang superior dibanding sikat elektrik biasa tanpa koneksi.

Aplikasi Bukan Sekadar Pelengkap, Tapi Panduan Langsung

Aplikasi Philips Sonicare yang gratis memberikan umpan balik langsung saat menyikat. Pengguna bisa melihat area mana yang terlewat, berapa lama menyikat, dan tekanan yang digunakan. Fitur ini sangat membantu memperbaiki teknik menyikat yang selama ini mungkin salah.

Namun, aplikasi ini bukan keharusan. Tanpa koneksi Bluetooth, sikat tetap berfungsi penuh dengan semua mode dan intensitas. Bagi yang tidak tertarik dengan fitur digital, Sonicare 7100 tetap layak dipertimbangkan berkat kualitas dasarnya. Hanya saja, membayar harga premium tanpa memanfaatkan fitur Bluetooth mungkin terasa kurang efisien.

Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan

Meski unggul di banyak aspek, Sonicare 7100 memiliki beberapa kekurangan. Travel case yang disertakan tidak bisa mengisi daya sikat saat bepergian, sehingga pengguna harus membawa charger terpisah. Gagang yang besar mungkin kurang nyaman bagi pengguna dengan tangan kecil.

Philips juga hanya menyertakan satu kepala sikat dalam paket penjualan. Mengingat harga yang cukup tinggi, tambahan satu kepala sikat lagi akan memberikan nilai lebih. Kepala sikat perlu diganti setiap tiga bulan, dan aplikasi bisa dihubungkan ke Amazon Alexa untuk pemesanan otomatis—fitur yang mungkin belum relevan bagi pengguna Indonesia.

Kesimpulan: Investasi untuk Kesehatan Gigi yang Lebih Baik

Philips Sonicare 7100 membuktikan bahwa sikat gigi Bluetooth bukan sekadar gimik. Dengan baterai tahan lama, desain ringan, mode yang bisa disesuaikan, dan aplikasi yang benar-benar membantu, perangkat ini layak dipertimbangkan bagi siapa pun yang ingin meningkatkan kebersihan gigi. Harganya memang tidak murah, tapi untuk hasil pembersihan yang lebih optimal, investasi ini sepadan.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top