TERNATE — Layanan baru ini mulai diluncurkan untuk memangkas waktu tunggu pasien dan mengurangi kepadatan di area farmasi rumah sakit. Program "Sobat Kita" atau Sistem Obat Antar Tanpa Kunjungan dan Antrean, memungkinkan pasien yang sudah mendapatkan resep dari dokter untuk meminta obatnya dikirimkan ke alamat masing-masing.
Pasien cukup mendaftar melalui aplikasi atau menghubungi petugas yang telah disediakan di poliklinik. Setelah resep ditebus dan diverifikasi oleh apoteker, tim pengirim akan mengantarkan obat ke rumah pasien pada hari yang sama atau sesuai jadwal yang disepakati.
Kepala RSUD Chasan Boesoerie menyebut layanan ini tidak hanya berlaku untuk pasien di dalam Kota Ternate, tetapi juga menjangkau wilayah-wilayah di sekitar Pulau Tidore dan Halmahera yang masih dalam jangkauan pengiriman darat dan laut.
Program ini diperuntukkan bagi pasien rawat jalan yang kondisinya stabil dan telah mendapatkan resep obat rutin, seperti pasien diabetes, hipertensi, atau penyakit kronis lainnya. Pihak rumah sakit juga memberikan prioritas kepada pasien lanjut usia dan penyandang disabilitas yang kesulitan untuk bolak-balik ke rumah sakit.
"Ini adalah jawaban atas keluhan warga yang sering mengantre hingga berjam-jam hanya untuk mengambil obat. Dengan Sobat Kita, mereka bisa fokus pada pemulihan di rumah," ujar pihak manajemen RSUD dalam keterangan resmi yang diterima media.
Manajemen rumah sakit memastikan tidak ada pungutan biaya tambahan untuk layanan pengantaran obat ini. Pasien hanya membayar biaya obat sesuai dengan resep dokter, sama seperti jika mereka mengambil langsung di apotek rumah sakit. Biaya ongkos kirim ditanggung sepenuhnya oleh rumah sakit sebagai bagian dari program peningkatan mutu layanan.
Untuk tahap awal, layanan ini beroperasi setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIT. Pasien diimbau untuk melakukan konfirmasi alamat dan nomor telepon yang aktif saat mendaftar agar proses pengiriman berjalan lancar.
Inovasi ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan di area farmasi yang kerap menjadi titik kemacetan pelayanan di RSUD Chasan Boesoerie. Sebelumnya, rata-rata waktu tunggu pengambilan obat bisa mencapai 45 menit hingga satu jam. Dengan sistem antar, waktu tunggu pasien di rumah sakit bisa ditekan menjadi hanya 15 menit saat konsultasi dokter.
Ke depan, rumah sakit berencana memperluas cakupan wilayah pengiriman dan mengintegrasikan layanan ini dengan sistem rekam medis elektronik agar prosesnya semakin cepat dan transparan.