AMBON — Program Pengembangan Koperasi Seribu Negeri Kopi Maluku atau Kopi Tuni yang dijalankan PLN UIW MMU berhasil menyabet penghargaan bergengsi di bidang tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Penghargaan TOP CSR Awards 2026 Site Level #Star 3 diberikan kepada perusahaan yang dinilai mampu menjalankan program CSR secara strategis dan berkelanjutan.
Apa Dampak Program Kopi Tuni bagi Petani?
Program ini tidak sekadar memberikan bantuan sosial, melainkan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, mengatakan pendekatan yang dilakukan bersifat menyeluruh. Mulai dari peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan koperasi, hingga dukungan peralatan produksi berbasis listrik.
“Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen PLN dalam menghadirkan program TJSL yang tidak hanya berfokus pada bantuan sosial, tetapi juga mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan melalui potensi daerah,” ujar Soeratmoko dalam siaran persnya, Kamis (28/5/2026).
Bantuan Apa Saja yang Diberikan PLN?
PLN tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka akses pasar bagi produk kopi lokal. Dukungan peralatan produksi yang memanfaatkan listrik menjadi salah satu kunci agar kualitas hasil panen meningkat. Dengan begitu, daya saing kopi asal Maluku di pasaran bisa lebih kuat.
Selain itu, program ini turut mendorong penguatan UMKM dan membuka peluang usaha baru di sektor hilir. Praktik usaha yang lebih ramah lingkungan juga menjadi perhatian dalam setiap tahapan program.
Mengapa Program Ini Mendapat Penghargaan?
TOP CSR Awards 2026 Site Level #Star 3 diberikan kepada perusahaan yang dinilai berhasil menjalankan program CSR secara strategis, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta lingkungan. Program Kopi Tuni dinilai mampu mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan petani dan koperasi kopi lokal di Maluku.
PLN UIW MMU menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program TJSL yang selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Ke depannya, program serupa akan terus dikembangkan secara adaptif sesuai kebutuhan masyarakat di Maluku dan Maluku Utara.
Bagaimana Nasib Program Ini ke Depan?
Penghargaan ini menjadi motivasi bagi PLN untuk terus memperluas dampak program. Soeratmoko menambahkan, keberlanjutan harus dibangun melalui kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, program Kopi Tuni diharapkan dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan memperkuat daya saing produk kopi lokal Maluku.
Apakah Program Ini Hanya untuk Petani Kopi?
Meski fokus pada kopi, pendekatan pemberdayaan yang digunakan bisa menjadi model bagi sektor lain. PLN berencana mengadaptasi pola serupa untuk komoditas unggulan daerah lainnya di Maluku dan Maluku Utara, sepanjang potensi dan kebutuhan masyarakat mendukung.