MALUKU UTARA — Komplotan begal di Pelalawan menggunakan modus berpura-pura mogok untuk menjerat korban. Dua pemuda kakak beradik yang baru pulang membeli air minum isi ulang pukul 16.30 WIB menjadi sasaran di jalan sepi yang jauh dari pemukiman warga.
Jelvi menuturkan, saat melintas, seorang pria tak dikenal menghentikan laju motor Honda Revo merah milik mereka. Pria itu mengaku motornya mogok dan meminta bantuan untuk menariknya ke bengkel terdekat. “Karena kasihan, kami mencoba menolong. Kami turun dari motor lalu berjalan mendekati motor pelaku yang berjarak sekitar 30 meter,” ujar Jelvi, Minggu (31/5/2026).
Belum sampai 10 meter, dari arah belakang muncul pelaku lain sambil mengacungkan parang. Kakak beradik itu lari menyelamatkan diri, namun komplotan berhasil mengejar mereka.
Jelvi dihantam balok kayu di bagian belakang tubuh secara membabi buta. Remaja 15 tahun itu kemudian berpura-pura pingsan agar tidak terus menjadi sasaran. Melihatnya tak bergerak, komplotan begal mengikat tangan dan kakinya menggunakan tali.
Dalam kondisi terikat, Jelvi mendengar jeritan histeris kakaknya yang berulang kali meminta tolong. “Tidak lama kemudian suara kakak saya hilang, lalu terdengar suara motor Revo kami dibawa kabur oleh mereka,” kata Jelvi lirih.
Sekitar pukul 19.00 WIB, Jelvi berhasil melepaskan ikatan dan mencari sang kakak. Julfan ditemukan tergeletak di semak-semak dengan kepala bersimbah darah. Jelvi berlari sejauh 4 kilometer menuju rumah untuk memberi tahu orang tua dan warga.
Warga beramai-ramai mendatangi lokasi. Julfan ditemukan dalam kondisi pingsan akibat pendarahan hebat. Pukul 21.30 WIB, ia dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Bunut, namun nyawanya sudah tidak tertolong. Ia tewas dengan luka robek di kepala bagian belakang.
Peristiwa ini menggemparkan warga Kabupaten Pelalawan. TNI AD dikerahkan untuk membantu polisi memburu para pelaku, meskipun penindakan tetap menjadi kewenangan Polri. Operasi difokuskan di kawasan perkebunan kelapa sawit yang rawan dan minim penerangan. Hingga berita ini diturunkan, komplotan begal masih dalam pengejaran.