JAKARTA — Kuota penerima Beasiswa SDM Kelapa Sawit tahun ini menjadi yang terbesar sejak program pertama kali diluncurkan pada 2016. Peningkatan sebesar 25 persen tersebut menjadikan total penerima mencapai 5.000 orang, naik signifikan dari 4.000 orang pada tahun sebelumnya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, masa pendaftaran program ini dibuka sangat singkat. BPDP hanya memberikan waktu 18 hari kalender, mulai Rabu (3/6/2026) hingga 20 Juni 2026. Calon pendaftar diimbau untuk segera menyiapkan berkas persyaratan sebelum portal ditutup.
Pendaftaran dilakukan melalui portal baru BPDP di sdmperkebunan.bpdp.or.id. Alamat ini menggantikan mekanisme lama melalui laman beasiswasdmsawit.id yang sebelumnya digunakan.
Sosialisasi perdana yang digelar secara virtual ini tidak hanya menyasar kalangan akademisi. Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma sekaligus Ketua Tim Pengembangan SDM Perkebunan, Dr. Iim Mucharam, S.P., M.P., dalam surat undangannya menyebutkan bahwa peserta berasal dari berbagai kalangan.
Undangan sosialisasi ditujukan kepada kementerian dan lembaga pemerintah, perguruan tinggi, politeknik, perusahaan perkebunan kelapa sawit, organisasi petani, hingga media massa. Selain itu, pemerintah daerah, SMA, SMK, madrasah aliyah, pondok pesantren, kelompok tani, koperasi pekebun, penyuluh pertanian, serta pekerja di sektor perkelapasawitan di berbagai provinsi sentra sawit juga diundang.
Program Beasiswa SDM Kelapa Sawit telah berjalan selama satu dekade dan menjadi instrumen strategis pemerintah dalam mencetak generasi muda yang kompeten di sektor perkebunan. Pemerintah menilai bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama untuk memperkuat keberlanjutan industri kelapa sawit nasional, yang merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia.
Sosialisasi perdana ini diharapkan memberikan informasi komprehensif mengenai persyaratan, mekanisme pendaftaran, tahapan seleksi, serta pilihan program pendidikan yang tersedia bagi calon penerima beasiswa pada tahun 2026.