TERNATE — Jejak diplomasi Todd Dias di Maluku Utara meninggalkan warisan program konkret, bukan sekadar seremonial. Selama tiga tahun menjadi Konsul Jenderal Australia di Makassar, ia mengawal sejumlah inisiatif yang menyentuh langsung warga di kepulauan paling timur Indonesia ini, mulai dari klinik kesehatan di Morotai hingga penguatan kepemimpinan perempuan di Halmahera.
Menjelang kepulangannya ke Australia, Dias menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat dan mitra kerja setempat. "Sangat sedih bagi saya harus menyelesaikan masa tugas saya, tetapi saya merasa bahagia dan bangga karena telah memberikan yang terbaik selama tiga tahun terakhir untuk mempererat hubungan kedua negara kita," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (10/8).
Program INKLUSI dan Bantuan Medis di Morotai
Salah satu capaian yang ditinggalkan adalah kolaborasi lewat program Australia-Indonesia INKLUSI. Inisiatif ini mendukung pemenuhan hak-hak perempuan yang terpinggirkan serta penguatan kepemimpinan perempuan melalui KAPAL Perempuan bersama mitra lokalnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Perempuan dan Anak di Morotai.
Di sektor kesehatan, Australia menyalurkan bantuan lewat Direct Aid Program. Dana tersebut digunakan untuk melengkapi Klinik Hohidiai dengan sejumlah peralatan medis penting, meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Kunjungan Terakhir: Isu Kekerasan Perempuan di Halmahera Utara
Pada Juni 2026, Dias kembali menginjakkan kaki di Maluku Utara. Kunjungan terakhirnya difokuskan pada kegiatan pemberantasan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Halmahera Utara, sebuah agenda yang didukung penuh oleh Australia-Indonesia Institute.
Sebelumnya, pada 2025, ia datang bersama Duta Besar Australia Rod Brazier. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Dias juga menyempatkan diri bertemu dengan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda serta Sultan Ternate Hidayatullah Mudaffar Sjah.
Penghormatan Terakhir untuk Gubernur dan Sultan
Dias secara khusus menyampaikan penghargaan kepada dua tokoh kunci di Maluku Utara. "Saya sangat mengapresiasi bertemu dengan Gubernur Maluku Utara, Ibu Sherly Tjoanda Laos yang selalu memberi inspirasi kepada kita semua, dan Sultan Hidayatullah Mudaffar Sjah," ucapnya.
Ia juga menekankan kehangatan yang diterimanya selama bertugas. "Terima kasih atas persahabatan, dukungan, dan kehangatan luar biasa yang diberikan oleh seluruh masyarakat serta mitra kerja di Maluku Utara," katanya.
Estafet Kepemimpinan: Sanchi Davis Gantikan Todd Dias
Posisi Konsul Jenderal Australia di Makassar selanjutnya akan diteruskan oleh Sanchi Davis. Diplomat yang juga memiliki kemampuan berbahasa Indonesia ini diharapkan dapat melanjutkan agenda kerja sama yang telah dibangun, khususnya dengan wilayah Indonesia bagian timur.
Sementara itu, Todd Dias dijadwalkan kembali ke Canberra untuk menjalankan penugasan baru di Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT).