MALUKU UTARA — Penguatan awal IHSG pada perdagangan Selasa dinilai belum solid. Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menyebut indeks berpeluang bergerak sideways atau konsolidasi setelah gagal menembus area resistance penting, seiring investor yang cenderung merealisasikan keuntungan dari kenaikan sebelumnya.
"Secara teknikal, IHSG berpotensi bergerak sideways dengan support terdekat di 6.300-6.320 dan resistance penting di 6.400-6.450. Rejection dari area 6.450 menjadi sinyal bahwa momentum penguatan mulai tertahan," tulis tim riset dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (11/8).
Penunjukan Calon Gubernur BI Dongkrak Rupiah, tapi Belum Cukup untuk IHSG
Sentimen positif datang dari respons pasar atas penunjukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI. Penguatan nilai tukar rupiah ke level Rp17.755 per dolar AS menjadi bukti awal optimisme pelaku pasar terhadap arah kepemimpinan bank sentral ke depan.
Namun, penguatan tersebut belum mampu mendorong indeks secara berkelanjutan. Fokus investor justru beralih pada kebijakan moneter apa yang akan diambil BI dalam periode kepemimpinan baru, terutama terkait suku bunga acuan di tengah tekanan inflasi dan stabilitas kurs.
Data Retail Sales Jadi Katalis Potensial, Ini Proyeksinya
Katalis lain yang dinanti pasar adalah rilis data penjualan ritel (Retail Sales) tahunan. Konsensus pasar memperkirakan angka tersebut membaik signifikan menjadi 1,8 persen, berbalik dari posisi minus 3,9 persen pada periode sebelumnya.
Jika realisasi data sesuai atau melampaui ekspektasi, hal ini dapat memperkuat persepsi investor terhadap daya beli masyarakat dan konsumsi domestik. Data tersebut berpotensi menjadi pendorong penguatan pasar, meski ruangnya diperkirakan masih terbatas.
BRI Danareksa Sekuritas mengingatkan, investor perlu mencermati apakah penguatan konsumsi tersebut cukup kuat untuk mengimbangi tekanan aksi ambil untung yang masih berlangsung. "Kami melihat investor akan mencermati kebijakan BI dan data Retail Sales," ujar tim riset.
Posisi Teknikal IHSG: Support dan Resistance yang Harus Diperhatikan
Dari sisi teknikal, level support terdekat berada di kisaran 6.300-6.320. Selama level tersebut mampu bertahan, potensi konsolidasi masih dalam kerangka wajar. Namun, penembusan di bawah area itu dapat membuka ruang koreksi lebih dalam.
Sebaliknya, resistance penting berada di level 6.400-6.450. Penolakan harga dari area ini pada perdagangan sebelumnya menjadi indikasi bahwa momentum penguatan mulai tertahan. Indeks saham unggulan LQ45 pada pembukaan Selasa tercatat menguat tipis 0,30 persen ke posisi 636,01, menyusul penutupan IHSG yang melemah 0,69 persen pada Senin (10/8).