Pencarian

Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Buka Suara soal Hujatan Warganet: Saya Tak Mau Berpura-pura Jadi Orang Lain

Kamis, 06 Agustus 2026 • 11:44:31 WIB
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos Buka Suara soal Hujatan Warganet: Saya Tak Mau Berpura-pura Jadi Orang Lain
Gubernur Maluku Utara Sherly Laos menegaskan komitmennya untuk tidak terganggu oleh hujatan warganet dan memilih menjadi diri sendiri.

SOFIFI — Sherly Laos menegaskan komitmennya untuk tidak terganggu oleh beragam komentar warganet yang mengkritik kepribadiannya sebagai kepala daerah. Baginya, ukuran keberhasilan seorang pemimpin tidak ditentukan oleh bagaimana ia tampil di depan publik, tetapi dari output atau capaian program yang dijalankan selama masa kepemimpinannya.

"Kalau saya baca-baca komentar, pada intinya yang mereka pentingkan itu output. Janji saya, saya deliver. Kegiatan saya harus ada manfaat dan dampaknya," ujar Sherly saat ditemui di Sofifi, Maluku Utara.

Menolak Berpura-pura demi Citra

Menariknya, di tengah tekanan publik yang kerap membandingkannya dengan sosok pemimpin lain, Sherly justru mengambil sikap berlawanan. Ia memilih untuk tidak membangun citra atau berpura-pura menjadi pribadi yang berbeda hanya untuk memenuhi ekspektasi warganet.

"Personality saya seperti ini. Settingan publiknya sudah begini. Saya juga tidak mau pretend menjadi orang lain," katanya.

Keputusan ini diambil bukan tanpa pertimbangan. Sherly menghitung beban psikologis yang harus ditanggungnya selama lima tahun ke depan jika harus terus memakai topeng di hadapan publik.

"Saya akan lima tahun menjadi gubernur. Kalau kemudian saya harus pura-pura menjadi pribadi yang lain, capek juga, stres juga. Sebagian besar waktu hidup saya selama lima tahun ini akan digunakan untuk bekerja sebagai gubernur. Jadi saya memutuskan untuk menjadi diri saya sendiri," ungkapnya.

Kepribadian Tidak Menentukan Kinerja

Lebih lanjut, Sherly menegaskan bahwa karakter atau kepribadian seorang pemimpin tidak memiliki korelasi langsung dengan kualitas kinerja pemerintahan. Ia meyakini bahwa substansi pekerjaan jauh lebih penting daripada sekadar citra sempurna di mata publik.

"Kepribadian saya tidak berpengaruh dengan output. Yang penting output saya deliver. Program yang kami jalankan harus memberikan manfaat dan dampak bagi masyarakat," tegasnya.

Menutup pernyataannya, Sherly mengaku tidak merasa terusik dengan penilaian miring yang beredar di media sosial. Ia memilih menerima dirinya apa adanya sambil terus bekerja keras menjalankan amanah rakyat Maluku Utara.

"Memang settingan pabriknya begini. Happiness saya juga begini. Jadi saya memilih menjadi diri saya sendiri," pungkasnya.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: halmaherapost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks