Raksasa elektronik Korea Selatan itu memperkenalkan beberapa fitur utama yang menggabungkan pengukuran multi-sensor dengan analisis AI. Langkah ini menandai pergeseran pendekatan Samsung dari sekadar menampilkan data mentah menjadi menyajikan interpretasi yang lebih holistik tentang kondisi fisik dan mental pengguna.
Fitur pertama bernama Vitals, yang menganalisis lima sinyal biologis utama sepanjang malam: saturasi oksigen darah, detak jantung, variabilitas detak jantung, laju pernapasan, dan suhu kulit. Data-data ini diukur terhadap garis dasar istirahat pengguna.
Samsung mengklaim sistem hanya akan mengirim notifikasi jika mendeteksi "penyimpangan signifikan" dari kebiasaan normal. Pendekatan ini sengaja dirancang agar pengguna tidak dibanjiri peringatan yang tidak perlu. Notifikasi baru muncul jika ada indikasi tubuh butuh istirahat lebih atau sedang melawan infeksi.
Fitur Heart Health Score menggabungkan data dari fitur Vascular Load yang diperkenalkan pada Galaxy Watch 8 tahun lalu. Vascular Load memantau tekanan pada pembuluh darah melalui analisis tidur, tingkat stres, dan aktivitas harian. Hasilnya disajikan sebagai satu metrik harian untuk memberikan gambaran kondisi jantung yang lebih utuh.
Sementara itu, fitur Daily Cardio Load dirancang untuk atlet atau pengguna yang rutin berolahraga. Fitur ini menghitung akumulasi beban kardiovaskular dan bisa merekomendasikan target latihan serta waktu istirahat yang optimal. Tujuannya mencegah cedera atau kelelahan akibat latihan berlebihan.
Fitur yang paling menarik perhatian adalah Fitness Index. Alat ini menganalisis detak jantung, VO2 max, dan jumlah langkah harian, lalu membandingkannya dengan data pengguna lain yang sebaya. Hasilnya digunakan untuk memberikan konten personalisasi dan target latihan yang lebih tepat sasaran.
"Samsung Health berkembang untuk menghubungkan data kesehatan yang diukur oleh Galaxy Watch dengan wawasan berbasis AI, sehingga pengguna bisa memahami kondisi fisik dan mental mereka dengan lebih mudah dan intuitif," ujar Hon Pak, Senior Vice President sekaligus kepala Digital Health Team for Mobile Experience Samsung dalam pernyataan resmi.
Samsung menekankan bahwa seluruh fitur ini bersifat untuk kebugaran (wellness), bukan untuk