MALUKU UTARA — IHSG ditutup menguat 121,6 poin atau 2,07 persen ke posisi 6.007, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di 6.074. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 904 saham menguat, 180 saham melemah, dan 244 saham stagnan.
Investor asing tercatat membukukan transaksi sebesar Rp15,5 triliun dengan posisi beli bersih Rp287,7 miliar. Rupiah ikut perkasa dengan bergerak di kisaran Rp17.910 per dolar AS, meninggalkan level psikologis Rp18.000 yang sempat tertekan beberapa pekan sebelumnya.
Sektor pertambangan mencatatkan kenaikan paling tajam sekitar 7 persen, diikuti oleh saham-saham perbankan anggota Himbara serta emiten telekomunikasi PT Telkom Indonesia Tbk. Volume pembelian besar dari investor domestik dan asing terhadap saham-saham pelat merah menjadi katalis utama penguatan indeks sejak awal sesi perdagangan.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menilai aksi borong saham ini sebagai bukti nyata kepercayaan investor global terhadap fundamental ekonomi Indonesia.
"Ini adalah bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN kita," ujar Dony di Jakarta, Jumat (12/6).
Penguatan pasar juga didorong keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen pada 9 Juni 2026. Langkah tersebut dinilai berhasil memulihkan kepercayaan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain itu, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter yang diperkuat melalui konsolidasi yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad turut menjadi faktor pendukung membaiknya sentimen pasar. Dony meyakini momentum ini menjadi sinyal bahwa arah kebijakan pemerintah sudah tepat untuk menciptakan iklim investasi yang lebih stabil.
Menurut Dony, stabilitas pasar keuangan akan memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat. Harga kebutuhan pokok disebut lebih terjaga, sementara peluang penciptaan lapangan kerja baru semakin terbuka seiring membaiknya iklim investasi.
Ke depan, BP BUMN bersama Danantara berkomitmen mengawal kinerja portofolio perusahaan negara agar tetap mampu menghadapi tantangan ekonomi global sekaligus menjaga momentum pemulihan pasar domestik.