Kenaikan Harga Pertamax Rp16.250 per Liter, Pemkab Tangerang Siapkan Intervensi Pasar dan Relaksasi Pinjaman UMKM untuk Redam Dampak Inflasi

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 21:14:01 WIB
Pemkab Tangerang siapkan operasi pasar sembako murah untuk menekan dampak kenaikan harga Pertamax.

MALUKU UTARA — Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 sebesar Rp17.000 per liter per 10 Juni 2026 mendorong respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengungkapkan bahwa Bupati telah menginstruksikan langkah antisipatif yang berfokus pada perlindungan masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.

Bupati Andalkan Intervensi Pasar untuk Redam Inflasi

Menurut Soma, strategi paling cepat yang akan dijalankan adalah memperbanyak operasi pasar dengan menyediakan sembako murah. Langkah ini dinilai sebagai instrumen paling efektif untuk menekan dampak inflasi yang dirasakan pekerja dan warga di daerah tersebut.

"Pak Bupati sepertinya punya ide untuk menyelamatkan masyarakat kecil di bawah. Misalnya beliau akan mengadakan banyak intervensi di beberapa sektor ekonomi masyarakat," kata Soma di Tangerang, Selasa (16/6/2026).

Relaksasi Bunga Pinjaman UMKM di BPR dan LKM Daerah

Selain intervensi pasar, Pemkab Tangerang mengkaji pemberian relaksasi keuangan bagi pelaku UMKM. Rencananya, kebijakan ini menyasar nasabah yang memiliki pembiayaan di institusi keuangan milik pemerintah daerah, seperti Bank Perekonomian Rakyat (BPR), Lembaga Keuangan Mikro (LKM), dan Unit Pelaksana Teknis Dinas Pembiayaan (UPDB).

"Mungkin juga kebijakan menghapus bunga pinjaman bagi yang pinjamnya di institusi kita. Seperti di BPR, LKM, UPDB yang punya kita," ujar Soma.

Meski demikian, Soma menegaskan program tersebut masih dalam tahap perencanaan dan sedang didiskusikan secara intensif dengan instansi terkait. Belum ada keputusan final mengenai penerapan kebijakan penghapusan bunga tersebut.

Dampak Kenaikan Pertamax dan Pertamax Green 95

Kebijakan ini diambil menyusul pengumuman Pertamina Patra Niaga yang menaikkan harga BBM nonsubsidi per 10 Juni 2026. Kenaikan paling signifikan terjadi pada Pertamax (RON 92) yang melonjak dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Untuk kategori lainnya, harga Pertamax Turbo (RON 98) masih bertahan di Rp20.750 per liter, Dexlite (CN 51) di Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) di Rp24.800 per liter. Adapun BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan harga, masing-masing tetap Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: kabar6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top