MALUKU UTARA — Sebuah vacuum cleaner dipasang tepat di samping unit pengisian daya V4 di Supercharger Jerman. Alat ini bisa digunakan secara gratis oleh pemilik Tesla untuk menyedot debu dan kotoran di dalam mobil. Temuan ini pertama kali diunggah oleh pemilik Tesla bernama Warren Whyte di akun X-nya.
“Fitur yang hebat! Vacuum mobil terletak di samping stasiun pengisian Tesla sehingga Anda tidak membuang waktu saat mengisi daya Tesla,” tulis Whyte dalam unggahannya, seperti dikutip dari berbagai sumber.
Lokasi Supercharger tersebut bukan stasiun biasa. Selain beberapa unit V4 terbaru, area ini juga dilengkapi kanopi panel surya dan lounge khusus pemilik Tesla. Kombinasi fasilitas ini menjadikannya salah satu stasiun pengisian paling lengkap di jaringan Supercharger global.
Sejak 2017, Tesla terus bereksperimen dengan fasilitas tambahan di stasiun pengisiannya. Saat itu, perusahaan membangun lounge pertama dengan kedai kopi dan toilet di Kettleman City, California. Setahun kemudian, stasiun-stasiun tertentu mulai dilengkapi stasiun pembersih kaca (squeegee).
Selanjutnya, Tesla meluncurkan “cube” lounge—semacam bilik otomatis yang menyediakan kopi dan makanan ringan. Proyek paling ambisius adalah Tesla Diner dan drive-in theater di Hollywood yang menggabungkan 80 unit V4 dengan restoran dua lantai dan layar LED raksasa.
Kompresor angin untuk mengisi tekanan ban—fasilitas standar di SPBU—sudah lebih dulu hadir di Supercharger Goulburn, Australia, yang dibuka pada 2025. Dengan kehadiran vacuum cleaner di Jerman, pemilik Tesla kini bisa mendapatkan pengalaman pit-stop yang hampir lengkap: isi baterai, bersihkan kabin, dan cek tekanan ban di satu tempat.
Tesla saat ini mengoperasikan lebih dari 80.000 unit Supercharger di seluruh dunia. Penambahan fasilitas seperti vacuum cleaner dan kompresor angin menunjukkan upaya perusahaan mengejar kenyamanan yang sudah lama dinikmati pengguna kendaraan konvensional di SPBU. Bagi pemilik Tesla, langkah ini membuat waktu charging terasa lebih produktif.