Pencarian

Kantor Ombudsman Malut di Ternate Dibobol Maling, Server CCTV dan Brankas Berisi Dokumen Penting Raib

Jumat, 19 Juni 2026 • 16:39:31 WIB
Kantor Ombudsman Malut di Ternate Dibobol Maling, Server CCTV dan Brankas Berisi Dokumen Penting Raib
Kaca depan Kantor Ombudsman Malut di Ternate ditemukan pecah akibat pembobolan maling.

TERNATE — Aksi pencurian di kantor pengawas pelayanan publik ini baru diketahui sekitar pukul 07.30 WIT oleh petugas kebersihan bernama Nova. Saat tiba, ia mendapati kaca depan kantor dalam kondisi pecah dan seluruh pintu ruangan terbuka.

Pelaku Diduga Sudah Memetakan Ruangan

Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi Ombudsman Malut, Akmal Kadir, menduga pelaku sudah mengetahui tata letak ruangan. “Kemungkinan pelaku sebelumnya sudah pernah masuk atau memantau kondisi kantor sehingga mengetahui posisi ruangan dan lokasi penyimpanan barang-barang tertentu,” ujarnya.

Dugaan itu diperkuat dengan temuan di lapangan. Pelaku masuk bukan melalui pintu utama, melainkan lewat bangunan tua tak terpakai di samping kantor untuk menghindari pantauan CCTV. Pelaku juga diduga beraksi setelah petugas keamanan pulang pada pukul 23.00 WIT.

Server CCTV Dibawa, Brankas Diangkut Utuh

Satu server CCTV milik Ombudsman ikut raib. “Server itu seharusnya menjadi petunjuk penting untuk mengungkap pelaku, namun karena perangkat tersebut ikut dibawa, rekaman CCTV belum bisa diperiksa,” kata Akmal.

Selain server, sebuah brankas di ruang bendahara juga diangkut pelaku. Pelaku sempat berusaha membuka brankas di lokasi, namun karena kesulitan, akhirnya memilih membawa kabur seluruh brankas. Beruntung, tidak ada uang tunai di dalamnya. Namun, brankas itu menyimpan harddisk berisi dokumen penting kantor, peralatan kerja, dan satu unit telepon genggam.

Dokumen Laporan Masyarakat Aman, Tapi Diacak-acak

Ombudsman memastikan dokumen laporan masyarakat yang tersimpan di kantor masih aman. “Setelah kami periksa seluruh ruangan, dokumen laporan masyarakat masih ada dan tidak hilang. Hanya saja sejumlah dokumen ditemukan dalam kondisi berantakan dan diacak-acak,” ungkap Akmal.

Kerugian akibat pencurian server CCTV diperkirakan mencapai Rp5 hingga Rp6 juta. Sementara kerusakan bangunan akibat pembobolan ditaksir sekitar Rp10 juta.

Polres Ternate Lakukan Olah TKP

Pihak Ombudsman telah melaporkan kejadian ini ke Polres Ternate. Tim identifikasi langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Akmal berharap penyelidikan bisa segera mengungkap pelaku dan motif di balik aksi pembobolan ini.

“Sebab Ombudsman merupakan lembaga negara yang mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik dan memiliki banyak dokumen penting yang berkaitan dengan laporan masyarakat,” tandasnya.

Peristiwa ini merupakan kasus pencurian dan pembobolan pertama yang dialami Kantor Ombudsman Perwakilan Maluku Utara sejak beroperasi.

Bagikan
Sumber: cermat.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks