Pencarian

The Fed Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga, Kevin Warsh Hentikan Tradisi Sinyal Kebijakan

Kamis, 18 Juni 2026 • 13:38:01 WIB
The Fed Beri Sinyal Kenaikan Suku Bunga, Kevin Warsh Hentikan Tradisi Sinyal Kebijakan
The Fed mempertahankan suku bunga acuan di level 3,50-3,75 persen setelah rapat FOMC pada 17 Juni 2026.

MALUKU UTARA — Keputusan itu diumumkan usai rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu (17/6/2026) di Washington. Untuk saat ini, The Fed masih mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50-3,75 persen, tidak berubah sejak Desember tahun lalu. Namun, proyeksi ekonomi terbaru menunjukkan suku bunga pada akhir 2027 dan 2028 kemungkinan akan kembali dipangkas.

Sinyal Berbalik Arah di Tengah Tekanan Inflasi dan Politik

Sinyal kenaikan suku bunga ini merupakan pembalikan sikap dari proyeksi sebelumnya. Para pembuat kebijakan sebelumnya justru memberi sinyal akan memangkas suku bunga pada akhir tahun ini. Perubahan ini terjadi di tengah inflasi yang kembali menguat akibat kenaikan harga minyak mentah pasca perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Departemen Tenaga Kerja AS pekan lalu melaporkan harga konsumen pada Mei melonjak 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka itu merupakan kenaikan terbesar dalam lebih dari tiga tahun. Lonjakan tersebut dipicu oleh aksi Iran yang nyaris menutup Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Warsh menggantikan Jerome Powell pada akhir Mei. Ia langsung menghadapi dua tantangan besar: inflasi yang kembali meningkat dan tekanan terbuka dari Presiden Donald Trump yang berulang kali menyerukan biaya pinjaman lebih rendah.

Warsh Hentikan Forward Guidance, Nilai Membatasi Fleksibilitas

Dalam rapat perdananya, Warsh juga mengambil langkah struktural yang signifikan. The Fed di bawah kepemimpinannya menghentikan praktik forward guidance dalam pernyataan setelah rapat. Forward guidance adalah petunjuk atau sinyal bank sentral mengenai arah kebijakan ke depan yang selama ini menjadi alat komunikasi standar The Fed.

Warsh sebelumnya dikenal sebagai kritikus praktik tersebut. Ia menilai forward guidance justru membatasi fleksibilitas The Fed dalam mengambil keputusan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. “Kami menyadari inflasi telah berjalan jauh di atas target lama The Fed sebesar 2 persen. Itu telah berlangsung lebih dari lima tahun. Harga yang terus tinggi menjadi beban bagi rakyat Amerika,” kata Warsh dalam konferensi pers pertamanya sebagai ketua The Fed.

“Namun, masa lalu yang baru terjadi tidak harus menjadi penentu masa depan. Saya senang melaporkan bahwa anggota FOMC jelas dan sepakat. Komite ini akan menghadirkan stabilitas harga,” tambahnya.

Bank Sentral Global Kompak, Pasar Ekspektasi Kenaikan

Keputusan The Fed ini diambil ketika sejumlah bank sentral besar lain, termasuk Bank of Japan, telah menaikkan suku bunga kebijakan dalam sepekan terakhir. Langkah serupa dilakukan di tengah risiko inflasi global akibat gejolak harga energi. Laporan ketenagakerjaan AS untuk Mei yang ternyata lebih baik dari perkiraan turut memperkuat ekspektasi pelaku pasar bahwa The Fed akan benar-benar menaikkan suku bunga acuannya sebelum akhir tahun ini.

Bagikan
Sumber: voi.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks