TERMATE — Pemerintah Kota Ternate tidak menunggu inflasi melonjak untuk bergerak. Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemantauan harga dan ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) dilakukan rutin setiap pekan di seluruh pasar tradisional maupun ritel modern.
“TPID tidak menunggu inflasi naik atau stok barang berkurang baru bekerja. Kami melakukan pemantauan secara berkala, termasuk memonitor fluktuasi harga sembako setiap minggu di pasar-pasar,” kata Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Rabu (17/6).
Data dari lapangan langsung dilaporkan ke pemerintah daerah dan menjadi dasar koordinasi dengan distributor besar serta Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara. Tujuannya menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi gangguan pasokan atau lonjakan harga.
Pasokan Minyak Goreng Mulai Terbatas
Saat ini perhatian pemerintah tertuju pada terbatasnya pasokan minyak goreng dan minyak kelapa di sejumlah titik penjualan. Kondisi tersebut telah memicu kekhawatiran masyarakat sehingga Bagian Ekonomi diminta segera menelusuri penyebab dan jalur distribusi komoditas tersebut.
Rizal mengaku turut memantau kondisi pasar secara langsung. Selain sebagai Sekda, ia juga merasakan dampak fluktuasi harga sebagai kepala rumah tangga yang rutin berbelanja kebutuhan keluarga.
“Saya juga merasakan langsung kondisi di lapangan. Setiap akhir pekan saya biasanya berbelanja. Beberapa waktu lalu saya memantau di Hypermart dan melihat beberapa merek minyak goreng cukup terbatas,” ungkapnya.
Intervensi Pasar Siap Dilakukan
Pemerintah Kota Ternate terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk melakukan intervensi pasar apabila diperlukan. Rizal menegaskan, jika ditemukan praktik yang merugikan masyarakat, tindakan tegas akan diambil.
“Kami terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk melakukan intervensi pasar apabila diperlukan. Tujuannya agar tidak terjadi kenaikan harga yang tidak terkendali. Jika ditemukan praktik yang merugikan masyarakat, tentu akan kami tindak tegas,” ujarnya.
TPID bersama distributor akan terus memastikan pasokan sembako tetap aman dan tersedia di pasar. “Kami ingin memastikan seluruh kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia. Jangan sampai ada kelangkaan yang kemudian memicu kenaikan harga dan membebani warga,” tegas Rizal.