Sekda Morotai Lepas 35 Kafilah MTQ ke Sofifi, Ingatkan Sportivitas dan Cinta Al-Qur’an

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:20:02 WIB
Sekda Morotai melepas 35 kafilah MTQ ke Sofifi dengan pesan sportivitas dan kecintaan pada Al-Qur’an.

MOROTAI — Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai memastikan kontingen MTQ-nya siap bersaing di tingkat provinsi. Pelepasan resmi dilakukan Sekda Muhammad Umar Ali yang membacakan sambutan Bupati Pulau Morotai.

Dalam sambutannya, Pemkab Morotai menyampaikan apresiasi kepada para pelatih, pembina, pendamping, dan official yang telah mempersiapkan para peserta hingga tiba di tahap pemberangkatan. Keikutsertaan ini tidak hanya soal mengejar prestasi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat pembinaan keagamaan di daerah.

Pesan untuk 23 Peserta: Tampil Percaya Diri Tanpa Beban

Sekda Muhammad Umar Ali secara spesifik mengingatkan para kafilah agar menjaga semangat dan disiplin selama mengikuti seluruh rangkaian perlombaan di Sofifi. Ia meminta mereka tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik tanpa terbebani hasil akhir.

“Yang terpenting adalah memberikan penampilan terbaik dan menjadikan MTQ sebagai sarana memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujar Muhammad Umar Ali saat menyampaikan pesan Bupati di hadapan kontingen.

Ajang MTQ ke-XXXI: Morotai Bawa 35 Personel ke Sofifi

Kontingen Kabupaten Pulau Morotai yang diberangkatkan berjumlah 35 orang. Rinciannya, 23 peserta dan 12 official. Mereka akan mengikuti sejumlah cabang perlombaan pada MTQ ke-XXXI yang digelar di Sofifi, ibu kota Provinsi Maluku Utara.

Pelepasan turut dihadiri Asisten II Setda Pulau Morotai Ahdad Hi. Hasan serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pulau Morotai. Kehadiran para pejabat ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengembangan bakat seni baca Al-Qur’an di kalangan generasi muda.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: halmaherapost.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top