Kylian Mbappe dan Lionel Messi Bersaing Ketat di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026, Ini Aturan Penentuan Sepatu Emas FIFA

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 23:25:01 WIB
Dua kandidat top skor, Kylian Mbappe dan Lionel Messi, sama-sama telah mengoleksi delapan gol menjelang laga final dan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026.

MALUKU UTARAPiala Dunia 2026 di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat kembali menyajikan duel klasik antara Lionel Messi dan Kylian Mbappe di puncak daftar pencetak gol. Keduanya sama-sama sudah mengemas delapan gol, menyisakan laga final dan perebutan tempat ketiga sebagai ajang penentuan.

Mbappe yang tersingkir di semifinal bersama Prancis masih punya satu kesempatan menambah pundi-pundi golnya di partai perebutan tempat ketiga. FIFA mengonfirmasi gol di laga tersebut tetap dihitung untuk perolehan akhir top skor. Sementara Messi bersama Argentina melaju ke final.

Assist Jadi Penentu Pertama Jika Gol Imbang

Jika jumlah gol kedua pemain tetap sama hingga turnamen usai, FIFA tidak serta-merta membagi penghargaan. Kriteria pertama yang digunakan adalah jumlah assist. Sebuah Technical Study Group akan memutuskan apakah suatu umpan layak dihitung sebagai assist atau tidak.

Situasi ini sudah pernah terjadi pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu Messi dan Mbappe sama-sama mencetak lima gol jelang final. Mbappe akhirnya unggul berkat hattrick di partai puncak, finis dengan delapan gol. Namun jika sampai menit 118 mereka masih imbang, trofi akan diberikan berdasarkan assist.

Untuk edisi 2026, Mbappe untuk sementara unggul dalam hal assist. Penyerang Prancis itu telah mencatatkan tiga assist, unggul satu dari koleksi Messi yang baru dua. Jika angka ini bertahan, Mbappe berpeluang menjadi pemain pertama dalam sejarah yang memenangi dua Sepatu Emas Piala Dunia.

Menit Bermain Jadi Kriteria Terakhir

Apabila jumlah gol dan assist kedua pemain benar-benar identik, FIFA akan beralih ke parameter ketiga: menit bermain. Pemain dengan total waktu tanding lebih sedikit akan keluar sebagai pemenang. Logikanya, rasio gol dan assist per menit pemain tersebut lebih baik.

Aturan ini bukan tanpa preseden. Pada Piala Dunia 2010, Thomas Muller memenangi Sepatu Emas dengan lima gol, mengalahkan David Villa, Wesley Sneijder, dan Diego Forlan yang juga sama-sama lima gol. Muller unggul berkat tiga assist, sementara tiga pesaingnya hanya punya satu assist.

Dua Kali Sepatu Emas Dibagi Sepanjang Sejarah

Sepatu Emas baru dibagi dua kali sepanjang sejarah Piala Dunia. Pertama pada 1962 di Chile, saat enam pemain sama-sama mencetak empat gol. Saat itu trofi belum bernama Sepatu Emas dan mereka hanya disebut sebagai pencetak gol terbanyak. Kedua pada 1994 di Amerika Serikat, ketika Oleg Salenko dan Hristo Stoichkov sama-sama mengemas enam gol.

Dengan performa tajam Messi dan Mbappe, Piala Dunia 2026 berpotensi kembali menyajikan persaingan top skor paling ketat dalam sejarah. Siapa pun yang keluar sebagai pemenang, duel statistik antara dua pemain terbaik dunia ini sudah menjadi tontonan tersendiri bagi pecinta sepak bola global.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: fourfourtwo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top