MALUKU UTARA — Keterbatasan anggaran daerah kerap menjadi hambatan dalam pemerataan akses teknologi pendidikan. Di Kupang, persoalan itu coba dijawab lewat kolaborasi lintas sektor. Telkom Indonesia, melalui Divisi Regional III, tidak hanya menghadirkan perangkat keras, tetapi juga memperkuat kapasitas guru agar mampu memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa kehadiran AI tidak lantas mengurangi peran guru di kelas. Menurutnya, teknologi justru bisa menjadi alat bantu untuk mencari bahan ajar, merancang metode pembelajaran yang lebih kreatif, hingga menyajikan materi visual yang menarik bagi siswa.
"Jangan AI yang menguasai kita, tetapi kita yang harus menguasai AI. AI tidak akan menggantikan peran guru, karena guru mendidik dengan hati," ujar Christian dalam sambutannya di Hotel Aston Kupang.
Ia mengibaratkan perubahan teknologi seperti arah angin yang tak bisa dikendalikan. "Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar kita. Itulah adaptif," tambahnya.
Manager General Support Divisi Telkom Regional III, Nugroho Adi Pracoyo, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan. Selain menyerahkan komputer, Telkom juga menyelenggarakan pelatihan AI bagi para pendidik.
"Memajukan dunia pendidikan adalah kewajiban kita bersama. Kami siap terus berkontribusi, tidak hanya dalam pendidikan, tetapi juga dalam berbagai aspek digitalisasi," kata Nugroho.
Ia berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada satu kegiatan seremonial, melainkan menjadi program berkelanjutan yang memperkuat ekosistem pendidikan digital di Kupang. Menurutnya, tantangan ke depan bukan sekadar ketersediaan perangkat, tetapi juga penguatan literasi digital dan konektivitas.
Christian Widodo menilai pembangunan kota harus berjalan seimbang antara infrastruktur fisik dan pembangunan manusia. Menurutnya, investasi pada guru hari ini akan menentukan lahirnya generasi profesional di masa depan.
"Dari tangan para guru hari ini, kelak akan lahir dokter, pengacara, pilot, ASN, TNI-Polri, dan berbagai profesi hebat lainnya. Membangun kota bukan hanya membangun fisik, tetapi juga membangun manusianya," tegasnya.
Ia pun mengapresiasi dukungan Telkom yang selama ini turut membantu keterbukaan akses informasi dan data bagi pemerintah kota. Data yang akurat, kata dia, menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan yang sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui sinergi ini, Pemerintah Kota Kupang berharap para guru tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga mampu menciptakan proses belajar yang inklusif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan. Seperti disampaikan Christian menutup sambutannya, "Coming together is a beginning, staying together is progress, working together is success."