MALUKU UTARA — Konsep liburan pensiun bergeser dari sekadar berhenti bekerja menjadi perjalanan panjang untuk memulihkan kesehatan dan mencari makna baru. Di Da Nang, Vietnam, sebuah proyek percontohan mencoba menjawab kebutuhan ini dengan membangun desa pensiun di tengah hutan dan perkebunan obat tradisional. Kawasan ini tidak hanya menawarkan ketenangan, tetapi juga pengalaman hidup berdampingan dengan alam dan komunitas asli.
Proyek "Singapore Retirement Village in Tra Van Herbal Park" dirancang dengan dua pilar utama. Pertama, resor kesehatan alami yang tidak memisahkan diri dari hutan, melainkan menyatu dengan lanskap air terjun, aliran sungai, dan jalan setapak kayu di antara pepohonan. Kedua, pertanian ekonomi sirkular yang memanfaatkan lahan subur di kawasan penghasil kayu manis dan ginseng Ngoc Linh.
Keunikan proyek ini terletak pada cara ia mengintegrasikan kearifan lokal. Pengetahuan budidaya tanaman obat yang diwariskan turun-temurun oleh komunitas Ca Dong menjadi fondasi, bukan sekadar pajangan. Rumah kaca berteknologi tinggi untuk budidaya ginseng Ngoc Linh akan ditempatkan berdampingan dengan metode pertanian tradisional, menciptakan ekosistem belajar yang hidup.
Masyarakat Ca Dong ditempatkan sebagai pusat dari model pengembangan ini, bukan sekadar penonton. Mereka dapat berperan ganda: menjadi petani wirausaha di lahan pertanian sirkular, mengoperasikan toko dan restoran, atau bekerja di resor. Pendekatan multi-peran ini membuka beragam pilihan mata pencaharian dan mencegah migrasi tenaga kerja muda.
Proyek ini juga menyasar generasi baru petani muda, baik lokal maupun asing, yang ingin hidup dekat dengan tanah. Hal ini diharapkan dapat mengisi kekosongan tenaga kerja di wilayah yang menghadapi penuaan penduduk.
Komune Tra Van terletak di kawasan dataran tinggi Nam Tra My, dekat dengan Da Nang, Vietnam. Rute pasti dan moda transportasi menuju lokasi belum dirilis secara resmi. Calon pengunjung disarankan untuk menghubungi dinas pariwisata setempat untuk mendapatkan informasi terkini mengenai akses dan kondisi jalan.
Belum ada pengumuman resmi mengenai harga tiket masuk dan jam operasional untuk kawasan ini. Proyek masih dalam tahap pengembangan dan mendapat tanggapan positif dari pemimpin sektor budaya, pariwisata, pertanian, dan warisan kota Da Nang. Informasi lebih lanjut dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi pemerintah kota.
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat musim kemarau, yang biasanya berlangsung antara bulan Maret hingga Agustus. Bagi traveler yang tertarik dengan wisata kesehatan, disarankan untuk mengalokasikan waktu minimal tiga hari untuk merasakan suasana hutan dan mengikuti program interaksi dengan komunitas lokal. Bawa perlengkapan trekking yang nyaman dan hormati area budidaya tanaman obat yang merupakan sumber penghidupan warga.
Proyek desa pensiun di Tra Van menawarkan model pariwisata yang berbeda: pengembangan yang tidak mengorbankan hutan, tetapi menjadikannya nilai jual utama. Bagi Anda yang mencari pengalaman liburan bermakna dengan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, destinasi ini layak masuk daftar tunggu.