Pencarian

BI Maluku Utara Resmikan Kawasan Siap QRIS di Pantai Sulamadaha Ternate, Wisatawan Dapat Bertransaksi Lebih Cepat

Rabu, 12 Agustus 2026 • 15:17:01 WIB
BI Maluku Utara Resmikan Kawasan Siap QRIS di Pantai Sulamadaha Ternate, Wisatawan Dapat Bertransaksi Lebih Cepat
Bank Indonesia Maluku Utara meresmikan Kawasan Siap QRIS di Pantai Sulamadaha, Ternate, pada Rabu (12/8/2026).

TERNATE — Kawasan wisata Pantai Sulamadaha kini tak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga layanan berbasis digital. BI Maluku Utara meluncurkan program Kawasan Siap QRIS di lokasi tersebut pada Rabu, 12 Agustus 2026, memperkuat posisinya sebagai destinasi modern bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kepala KPw BI Maluku Utara, Handi Susila, menyatakan inisiatif ini merupakan jawaban atas kebutuhan wisatawan akan transaksi yang praktis. Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak bisa berhenti pada daya tarik alam semata.

Fasilitas Starlink dan Soundbox untuk Transaksi Real-Time

Untuk memastikan kelancaran sistem, BI Maluku Utara tidak hanya menyosialisasikan penggunaan QRIS. Mereka turut menyediakan internet Starlink dan perangkat soundbox QRIS bagi para pedagang.

“Melalui peluncuran ini kita memastikan wisatawan yang datang ke Sulamadaha dapat menikmati pengalaman berwisata yang semakin nyaman melalui kemudahan untuk bertransaksi digital menggunakan QRIS,” ujar Handi.

Soundbox tersebut berfungsi memberikan konfirmasi pembayaran secara langsung kepada pedagang, sehingga risiko kesalahan pencatatan atau keterlambatan verifikasi dapat diminimalisir. Selain itu, BI juga menyerahkan bantuan berupa meja, kursi, dan layar proyektor kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sulamadaha untuk menunjang operasional kawasan.

Membangun Destinasi Wisata yang Inklusif dan Adaptif Teknologi

Kepala Dinas Pariwisata Kota Ternate, Rustam P. Mahli, mengapresiasi kolaborasi antara Pemkot Ternate, BI, perbankan, dan industri sistem pembayaran. Ia menilai program ini merupakan bagian dari upaya membangun destinasi wisata yang modern, inklusif, aman, dan adaptif terhadap teknologi.

“Kawasan Siap QRIS bukan sekadar fasilitas pembayaran digital,” tegas Rustam. Ia melihat digitalisasi ini memberikan dampak signifikan bagi pelaku UMKM di sekitar pantai.

Transparansi Keuangan dan Perluasan Akses bagi UMKM

Kehadiran sistem pembayaran non-tunai memberikan keuntungan jangka panjang bagi pedagang lokal. Setiap transaksi yang terjadi akan tercatat secara digital, meningkatkan transparansi pendapatan, dan membuka akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal.

Dengan pencatatan yang rapi, para pelaku UMKM memiliki data historis yang dapat digunakan untuk mengajukan pembiayaan ke perbankan. Hal ini sekaligus membuka peluang pengembangan usaha yang sebelumnya sulit dijangkau.

Melalui integrasi ini, Sulamadaha mulai menggabungkan pesona alam dengan ekosistem layanan digital. Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kenyamanan wisatawan, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat setempat secara berkelanjutan.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cermat.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks