Investor Taiwan Garap Perikanan Morotai, KUD Daeo Disiapkan Jadi Pionir Ekspor Tuna

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:34:01 WIB
Investor Taiwan siap mendampingi KUD Daeo di Pulau Morotai sebagai koperasi percontohan untuk pengembangan ekspor tuna.

MOROTAI — Rencana investasi di sektor perikanan itu terungkap dalam pertemuan antara Pemkab Pulau Morotai dan investor Taiwan, Selasa (18/8/2026). Kerja sama ini tidak hanya menyasar alat tangkap, tetapi juga menyiapkan rantai distribusi agar hasil nelayan setempat bisa langsung menembus pasar ekspor.

Asisten II Setda Pulau Morotai, Ahdad Hi Hasan, mengatakan investor akan mendampingi koperasi nelayan secara menyeluruh. Pendampingan mencakup penyediaan kapal, alat tangkap, hingga fasilitas penyimpanan di darat seperti cold storage.

KUD Daeo Jadi Percontohan Pertama

Pemkab telah menjaring satu koperasi yang dinilai siap, yakni KUD di Desa Daeo, Kecamatan Morotai Selatan. Desa ini dipilih karena potensi tangkapan ikannya dinilai memadai untuk memenuhi permintaan ekspor.

"Untuk saat ini di koperasi Daeo, selanjutnya kemungkinan bisa berkembang (di koperasi lainnya). Yang jelas, para investor yang datang itu akan mendampingi koperasi agar hasil dari nelayan Morotai ini bisa langsung diekspor," ujar Ahdad, Rabu (19/8/2026).

Bukan Sekadar Jual Ikan, Investor Siapkan Fasilitas Darat

Skema kerja sama ini tidak berhenti pada aktivitas melaut. Investor Taiwan disebut akan membangun fasilitas di darat untuk menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum dikirim ke luar negeri.

"Jadi mereka akan menyiapkan segala fasilitas yang berkaitan dengan penangkapan ikan, baik alat tangkap, kapal, serta fasilitas di darat seperti cold storage dan lain sebagainya," jelas Ahdad.

Dengan adanya cold storage, ikan tangkapan nelayan Morotai tidak lagi bergantung pada pasokan es balok atau harus cepat dijual ke tengkulak dengan harga murah. Kualitas ikan bisa dipertahankan lebih lama, sehingga nilai jualnya meningkat.

Target: Hasil Laut Morotai Tembus Pasar Internasional

Pemkab menargetkan kerja sama ini segera terealisasi. Pasalnya, skema ini dinilai mampu memutus rantai tengkulak sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan kecil yang tergabung dalam koperasi.

"Nanti hasil dari koperasi itu ditindaklanjuti oleh investor untuk dijual atau dibawa ke luar negeri sebagai bahan ekspor," terangnya.

Ahdad berharap seluruh proses administrasi dan persiapan dapat dipercepat. Ia menekankan bahwa manfaat kerja sama ini harus segera dirasakan oleh anggota koperasi dan masyarakat luas di Pulau Morotai.

"Apalagi investor itu kan memfasilitasi koperasi kita yang ada di Morotai. Jadi kami berharap ini sesegera mungkin agar asas manfaatnya dapat diterima oleh masyarakat, baik anggota koperasi maupun masyarakat secara umum," pungkasnya.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: halmaheranesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top