MALUKU UTARA — Jaringan dealer 3S yang dioperasikan Omoway tidak sekadar ruang pamer. Setiap lokasi menjalankan fungsi penjualan, servis, dan penyediaan suku cadang dalam satu atap. Konsumen yang ingin mencoba motor sebelum membeli juga bisa melakukan test ride langsung di diler.
Keputusan menjadikan Indonesia sebagai pasar pertama di dunia menempatkan negara ini sebagai prioritas utama perusahaan. "Dengan lebih dari 20 pusat layanan 3S yang kini telah beroperasi secara penuh, tim kami terus berupaya meningkatkan efisiensi di setiap proses," ujar General Manager Omoway Indonesia, Yulong Chen, dalam keterangan resmi yang diterima media, Senin (31/8) pekan lalu.
Jaringan diler Omoway dilengkapi teknisi terlatih dan stok suku cadang asli. Perawatan rutin maupun perbaikan kendaraan dapat dilakukan di seluruh lokasi tersebut.
Untuk kondisi darurat di jalan, Omoway menyediakan bantuan gratis selama jam operasional diler, pukul 08.00 hingga 17.00. Cakupannya mencapai radius 25 kilometer dari dealer terdekat. Permintaan bantuan ini dikoordinasikan lewat customer care yang aktif selama 24 jam.
Pemilik Omoway di Pulau Jawa yang kendaraannya harus menjalani perbaikan lebih dari satu hari tidak perlu khawatir kehilangan mobilitas. Perusahaan menyediakan kendaraan pengganti sementara selama motor utama berada di bengkel.
Fasilitas ini menjadi pembeda layanan di kelas motor listrik dengan harga di bawah Rp40 juta. Sebab, ketersediaan unit pengganti masih jarang ditawarkan kompetitor di segmen harga yang sama.
Omoway juga tengah mempercepat pembangunan fasilitas pengisian daya di jaringan dealernya. Tahap awal penyebaran perangkat charging sedang berjalan sebelum nantinya secara bertahap menghadirkan pengisian super cepat.
Langkah ini menjawab salah satu kekhawatiran utama calon pembeli motor listrik: ketersediaan infrastruktur pengisian. Dengan diler yang beroperasi penuh dan fasilitas charging yang mulai tersebar, Omoway berupaya mengurangi hambatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Motor listrik dengan banderol mulai Rp39 jutaan ini kini semakin mudah dijangkau dari sisi pembelian maupun perawatan. Pertanyaannya tinggal satu: apakah jaringan yang sudah terbangun ini cukup untuk memenangkan persaingan di pasar roda dua listrik domestik yang makin ramai?