HALMAHERA TENGAH — Progres pembangunan Puskesmas Lelilef di Desa Lelilef Waibulan, Kecamatan Weda Tengah, telah mencapai 100 persen. Gedung baru itu kini memasuki tahap akhir persiapan sebelum difungsikan melayani masyarakat.
Sekretaris Dinas Kesehatan Halmahera Tengah, Basuki Rahmat Saleh, mengatakan saat ini pihaknya masih memindahkan meubelair, alat kesehatan (alkes), serta sarana dan prasarana lainnya. Kebutuhan air bersih juga tengah disiapkan.
"Kalau semuanya sudah rampung, insyaallah paling lambat minggu kedua September, Puskesmas yang baru sudah bisa dioperasikan," ujar Basuki, Senin (31/8/2026).
Meski konstruksi gedung telah selesai, sejumlah pekerjaan penunjang masih berjalan. Instalasi listrik dan air menjadi prioritas, termasuk perbaikan beberapa bagian bangunan yang mengalami keretakan akibat gempa.
Pemkab Halmahera Tengah turut menyiapkan pembangunan pagar keliling kawasan Puskesmas. Hal itu dinilai penting untuk menunjang keamanan dan penataan lingkungan fasilitas kesehatan.
Puskesmas Lelilef saat ini berstatus fasilitas rawat jalan. Namun, pemerintah daerah telah menyiapkan rencana peningkatan status menjadi Puskesmas rawat inap.
Basuki menjelaskan, peningkatan status tersebut harus melalui tahapan visitasi terlebih dahulu. Proses itu baru akan dilanjutkan setelah seluruh pelayanan dipindahkan ke gedung baru.
"Statusnya masih rawat jalan. Setelah pindah, akan kami lanjutkan dengan tahapan visitasi untuk secepatnya menaikkan statusnya menjadi rawat inap," katanya.
Untuk mendukung peningkatan status layanan, pemerintah daerah juga menyiapkan penambahan sumber daya manusia. Tenaga dokter, perawat, dan tenaga pendukung lainnya menjadi bagian dari rencana tersebut.
Dengan fasilitas baru dan rencana peningkatan status pelayanan, Puskesmas Lelilef diharapkan mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih nyaman bagi warga Weda Tengah dan sekitarnya.