MALUKU UTARA — Laga ini menjadi momentum bersejarah bagi skuad Garuda. Catatan pertemuan menunjukkan Indonesia belum pernah merasakan kemenangan atas Oman sejak 1988—sebuah rekor yang ingin segera dihapus di hadapan pendukung sendiri.
Optimisme Herdman dan Kesiapan Pemain
John Herdman menegaskan timnya sudah siap secara mental dan taktik. “Saatnya Timnas Indonesia buktikan diri di Asia,” ujarnya dalam konferensi pers jelang laga, Kamis (4/6).
Kevin Diks juga menyuarakan keyakinan serupa. Pemain naturalisasi asal Belanda itu menilai kekompakan skuad saat ini jauh lebih baik dibandingkan pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Kabar Baik dari Verdonk dan Marselino
Dua pilar penting, Shayne Pattynama—yang sempat dikhawatirkan absen—dan gelandang muda Marselino Ferdinan, sudah bergabung dalam latihan terpisah. Kondisi fisik keduanya dilaporkan terus membaik dan siap diturunkan jika dibutuhkan.
Kepastian ini menjadi suntikan moral besar bagi lini tengah dan pertahanan Indonesia yang akan menghadapi tekanan tim tamu.
Dominasi Oman dan Tantangan Berat
Di sisi lain, pelatih Oman, Tariq Sektioui, datang dengan kepercayaan diri tinggi. Ia bahkan melontarkan pernyataan yang dianggap sombong oleh media lokal, menyebut hasil laga nanti bukanlah prioritas utama bagi timnya. Pemain Oman, Khalid Al-Braiki, juga menegaskan target mereka adalah mempertahankan dominasi atas Indonesia.
Catatan head-to-head memang berat. Namun, rekor tersebut justru menjadi motivasi ekstra. Herdman menyebut tekanan justru ada di pihak Oman yang diunggulkan secara statistik.
Target Akhiri Kutukan di GBK
Laga malam ini bukan sekadar uji coba. Bagi Timnas Indonesia, ini adalah misi balas dendam sejarah. Dukungan penuh dari puluhan ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno diyakini bisa menjadi pembeda.
Jika berhasil menang, ini akan menjadi kemenangan perdana Indonesia atas Oman dalam 38 tahun—sebuah pencapaian yang bisa mengubah mentalitas tim ke level lebih tinggi di kancah Asia.