Pencarian

Kelapa Bido dan Abon Tuna Morotai Curi Perhatian di Jamnas 2026, Ribuan Pengunjung Padati Stan Maluku Utara

Jumat, 21 Agustus 2026 • 17:48:02 WIB
Kelapa Bido dan Abon Tuna Morotai Curi Perhatian di Jamnas 2026, Ribuan Pengunjung Padati Stan Maluku Utara
Ribuan pengunjung Jamnas 2026 memadati stan Kwarda Maluku Utara untuk melihat produk unggulan Kelapa Bido dan abon tuna dari Pulau Morotai.

Produk unggulan Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menjadi primadona di stan Kwarda Maluku Utara pada Jambore Nasional (Jamnas) Gerakan Pramuka 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Kelapa Bido, abon tuna, hingga ikan kakatua asin menarik perhatian ribuan pengunjung yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Penjaga stan mencatat kunjungan mencapai sekitar 1.500 orang selama kegiatan berlangsung.

JAKARTA — Stan Kwartir Daerah (Kwarda) Maluku Utara menjadi salah satu etalase paling ramai di Jambore Nasional (Jamnas) Gerakan Pramuka 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Produk khas dari sembilan kabupaten/kota di provinsi tersebut, khususnya dari Pulau Morotai, berhasil memikat para peserta dan pengunjung yang datang dari seluruh penjuru Tanah Air.

Penjaga stan Kwarda Maluku Utara, Soleman Buamona, menyebutkan bahwa kunjungan ke stan mencapai sekitar 1.500 orang. Ia menuturkan, produk pangan dan suvenir dari Pulau Morotai memiliki daya tarik tersendiri karena keunikannya.

Abon Tuna Morotai Jadi Incaran, Tapi Belum Dijual

Salah satu produk yang paling banyak ditanyakan adalah abon ikan tuna. Olahan hasil laut ini dianggap memiliki cita rasa dan karakter khas yang tidak ditemukan di daerah lain. Bahkan, sejumlah pengunjung mengaku ingin langsung membeli produk tersebut setelah melihatnya di stan.

Namun, panitia hanya menyediakan abon tuna sebagai pajangan, bukan untuk diperdagangkan. "Abon yang dibawa hanya sekadar pajangan, tidak untuk dijual. Padahal banyak pengunjung yang ingin membeli abon ikan tuna tersebut," ujar Soleman.

Antusiasme ini dinilai menjadi sinyal positif bagi pengembangan produk olahan perikanan Morotai untuk menembus pasar nasional.

Ikan Kakatua Asin: Warna Unik yang Bikin Penasaran

Selain abon, ikan kakatua asin juga mencuri perhatian. Keunikannya terletak pada warna dan bentuknya yang berbeda dari ikan asin pada umumnya, sehingga membuat pengunjung penasaran untuk mencicipi atau sekadar mengetahuinya.

"Yang paling diminati juga ikan kakatua asin. Menurut tamu yang berkunjung, ikan asin ini unik karena memiliki berbagai macam warna dan berbeda dengan ikan asin lainnya," ungkap Soleman. Stok ikan kakatua asin yang dibawa pun terbatas karena hanya disiapkan sebagai sampel pameran.

Pala dan Kenari: Komoditas yang Hanya Ada di Maluku Utara

Tak hanya produk Morotai, komoditas khas Maluku Utara seperti pala dan kenari juga menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Kedua produk ini dinilai langka karena tidak ditemukan di stan daerah lain yang berpartisipasi dalam Jamnas.

"Untuk suvenir yang lain, mereka lebih tertarik ke kenari dan juga pala. Karena mereka tidak temui di stan yang lain, hanya ada di stan Kwarda Maluku Utara," kata Soleman. Kehadiran komoditas ini sekaligus memperkuat identitas dan promosi ekonomi lokal Maluku Utara di kancah nasional.

Momentum Strategis Promosi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Keikutsertaan dalam Jamnas 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata Morotai kepada generasi muda dari berbagai daerah. Materi promosi destinasi wisata turut disajikan di stan untuk menarik minat wisatawan.

Melalui ajang ini, Morotai tidak sekadar memperkenalkan produk lokal, tetapi juga membawa identitas daerahnya ke panggung nasional. Diharapkan, promosi ini mampu membuka peluang pasar yang lebih luas dan meningkatkan perhatian terhadap produk unggulan Maluku Utara, khususnya dari sektor kelautan dan perkebunan.

Follow kabarternate.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: halmaherapost.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks