TERNATE — Pemerintah Kota Ternate mulai mematangkan persiapan teknis menjelang perhelatan nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) yang dijadwalkan berlangsung Agustus 2026. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispersip) kini memegang peran krusial dalam mengurasi dokumen sejarah dan kearifan lokal yang akan dipamerkan kepada delegasi dari seluruh Indonesia.
Asisten II Setda Kota Ternate, Muslim Gani, menginstruksikan jajaran Dispersip untuk segera mendata arsip penting terkait Kesultanan Ternate. Langkah ini dinilai strategis karena kekuatan utama Ternate dalam JKPI terletak pada narasi sejarah dan bukti otentik masa lalu yang tersimpan dalam depo arsip.
Dalam kunjungannya ke Kantor Dispersip Ternate pada Rabu (6/5/2026), Muslim Gani secara spesifik mengusulkan agar depo arsip yang berlokasi di kawasan Benteng Oranje dioptimalkan. Lokasi tersebut dianggap merepresentasikan identitas kota pusaka sekaligus tempat paling representatif untuk menggelar pameran pra-event JKPI.
“Saya menyarankan agar depo arsip di Benteng Oranje bisa dimanfaatkan sebagai tempat pameran pra-event JKPI, karena di sana tersimpan banyak dokumen penting terkait sejarah daerah,” ujar Muslim saat memimpin apel pagi di kantor tersebut.
Muslim menekankan bahwa kesuksesan agenda nasional ini tidak boleh hanya bertumpu pada Dinas Kebudayaan. Menurutnya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus terlibat aktif, terutama Dispersip yang menjadi penjaga gawang data sejarah dan literasi daerah.
Kehadiran Muslim Gani di Dispersip merupakan bagian dari program "Rabu Menyapa", sebuah inovasi pemantauan pelayanan publik yang digagas Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly. Program ini menyasar seluruh OPD hingga tingkat kelurahan untuk memastikan roda birokrasi berjalan sesuai standar.
Mewakili Sekda yang sedang bertugas di luar daerah, Muslim mengingatkan seluruh ASN agar menjaga solidaritas dan kedisiplinan kerja. Ia menegaskan bahwa performa aparatur sipil negara akan sangat menentukan kualitas pelayanan publik di Ternate ke depan.
“Pak Sekda menitipkan salam hormat kepada seluruh jajaran ASN di Dispersip agar terus menjaga kedisiplinan dan kebersamaan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya di hadapan seluruh pegawai.
Selain fokus pada urusan kearsipan sejarah, Pemkot Ternate memposisikan perpustakaan sebagai pilar pengembangan kapasitas warga. Muslim menyetarakan peran dinas ini dengan institusi pendidikan formal dalam mencetak kualitas SDM di Maluku Utara.
Ia berharap Dispersip tidak hanya sekadar menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi bertransformasi menjadi pusat informasi yang dinamis bagi masyarakat Ternate.
“Kalau di sekolah jantung pendidikan ada di perpustakaan, maka di daerah jantung SDM ada di perpustakaan dan kearsipan,” kata Muslim memungkasi arahannya.