Inovasi Aplikasi HIV Hantar Mahasiswa Unkhair ke Pilmapres Nasional 2026

Penulis: Boyke Sihombing  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 15:55:23 WIB
Hasmawi, mahasiswa Unkhair, melaju ke Pilmapres Nasional 2026 dengan inovasi aplikasi edukasi HIV.

TERNATE — Hasmawi, mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Khairun (Unkhair), berhasil mengamankan tiket menuju ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2026. Kepastian ini diperoleh setelah ia menempati posisi pertama dalam seleksi tingkat wilayah yang diselenggarakan LLDIKTI Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara.

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Kepala LLDIKTI Wilayah XII Nomor 276/DST/LL12/KM.01.14/2026. Hasmawi unggul dengan total nilai 1.318, disusul Yafet Side dari Universitas Halmahera dengan skor 1.285, dan Faith Jedidiah Sahumena dari Universitas Pattimura yang meraih 1.284 poin. Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Hasmawi dan Yafet Side terpilih sebagai dua delegasi yang melaju ke tingkat nasional mewakili kategori sarjana.

Solusi Digital untuk Pasien HIV di Maluku Utara

Kemenangan mahasiswa semester IV ini didorong oleh inovasi bertajuk "Immunix: Inovasi Digital Revolusi 4.0 untuk Edukasi dan Monitoring HIV di Maluku Utara". Gagasan ini muncul dari pengamatan Hasmawi terhadap tingginya kasus HIV di daerah, khususnya di Kota Ternate, yang dibarengi dengan rendahnya pemahaman masyarakat serta kuatnya stigma sosial terhadap pasien.

"Aplikasi ini dibuat bukan hanya sebagai layanan informasi, tetapi juga menjadi pendamping yang lebih personal dan berkelanjutan bagi pasien ODHIV," ujar Hasmawi saat dihubungi pada Sabtu (8/5/2026).

Aplikasi Immunix dirancang dengan berbagai fitur teknis untuk mempermudah manajemen kesehatan pasien. Platform ini menyediakan pengingat jadwal minum obat secara otomatis, akses informasi layanan kesehatan spesialis HIV, video edukasi pencegahan penularan, hingga fitur konsultasi langsung dengan tenaga medis. Melalui sistem ini, pasien dapat memantau kondisi kesehatan secara mandiri sekaligus mendapatkan pendampingan tanpa harus terhambat kendala akses fisik atau rasa malu akibat stigma.

Tiga Aspek Penilaian Utama dalam Seleksi Wilayah

Perjalanan Hasmawi menuju level nasional melibatkan persaingan ketat dalam tiga parameter utama, yakni gagasan kreatif, capaian unggulan akademik maupun non-akademik, serta kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Pada tahap presentasi, para peserta diuji melalui sesi wawancara mendalam terkait relevansi inovasi yang ditawarkan dengan kebutuhan daerah saat ini.

Pembina Mahasiswa Berprestasi Unkhair, Abu Rahmat Ibrahim, S.TP., M.Sc, menjelaskan bahwa Hasmawi sebelumnya merupakan pemenang pertama di tingkat universitas sebelum akhirnya bersaing dengan tujuh peserta terbaik lainnya di tingkat wilayah.

"Hasmawi akan mengikuti seleksi nasional secara daring melalui pengiriman video presentasi, paparan gagasan kreatif, dan dokumen capaian prestasi," kata Abu Rahmat.

Hasmawi menyatakan komitmennya untuk menyempurnakan inovasi ini sebelum bertarung di panggung nasional. Ia berharap gagasan tersebut tidak berhenti pada kompetisi semata, melainkan dapat diimplementasikan secara luas. "Saya ingin memberikan yang terbaik untuk LLDIKTI Wilayah XII dan Unkhair. Gagasan ini juga membawa harapan bahwa HIV masih bisa ditangani dengan pendekatan edukasi dan pendampingan yang lebih baik," pungkasnya.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top