MALUKU UTARA — Google resmi memperkenalkan Googlebooks, kategori laptop premium yang berjalan di sistem operasi berbasis Android dengan tampilan mirip ChromeOS. Pengumuman ini disampaikan dalam acara The Android Show. Perangkat ini disebut sebagai laptop pertama yang mengusung Gemini Intelligence sebagai fitur inti.
Googlebooks akan menggunakan material bodi logam dengan layar resolusi tinggi. Untuk dapur pacu, Google menggandeng Intel, MediaTek, dan Qualcomm sebagai pemasok chipset. Seluruh varian Googlebooks juga dibekali Glowbar, yakni bilah cahaya RGB di bagian tertentu perangkat.
Gemini AI menjadi pusat interaksi di Googlebooks. Beberapa kemampuan yang diperagakan Google antara lain:
Googlebooks memiliki bilah tugas tetap di bagian bawah yang berisi kotak pencarian Google, pintasan telepon, dan aplikasi favorit. Waktu dan tanggal muncul di pojok kiri atas, sementara panel pengaturan cepat bisa diakses dari pojok kanan atas. Status baterai, Wi-Fi, dan notifikasi ditampilkan di bilah status.
Pengguna bisa mengatur tampilan sistem, termasuk ikon aplikasi, dengan memilih warna layaknya di ponsel Android modern. Aplikasi seperti Chrome, Gmail, Google Calendar, Google Drive, Google Gemini, Google Photos, Google Play Store, dan YouTube sudah dioptimalkan untuk layar besar. Karena berbasis Android, kemungkinan besar semua aplikasi dan game dari Play Store bisa diinstal.
Google belum mengungkap harga resmi Googlebooks. Namun, perusahaan sudah mengonfirmasi bahwa Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo akan meluncurkan laptop Googlebooks pada musim gugur 2026. Samsung tidak disebut dalam pengumuman, tetapi laporan eksklusif sebelumnya menyebut perusahaan asal Korea Selatan itu tengah mengembangkan laptop bermerek Galaxy dengan Android dan One UI 9. Dalam wawancara dengan ChromeUnboxed, Wakil Presiden Google John Maletis mengatakan akan ada lebih banyak mitra perangkat keras ke depannya, mengisyaratkan kemungkinan Samsung bergabung.
Googlebooks menyasar pengguna yang menginginkan laptop premium dengan ekosistem Android yang terintegrasi penuh dan bantuan AI. Dengan dukungan dari lima vendor besar dan potensi kehadiran Samsung, kategori ini siap bersaing di segmen laptop konsumen kelas atas mulai tahun depan.