MALUKU UTARA — Tambahan satu poin membuat Persijap bertahan di peringkat ke-13 dengan koleksi 35 poin. Sebaliknya, hasil ini menjadi pukulan telak bagi Borneo FC yang tengah bersaing ketat memperebutkan gelar juara.
Inisiatif Penuh Laskar Kalinyamat Sejak Menit Awal
Mario Lemos tidak ragu mengambil risiko dengan langsung menekan sejak kick-off. Tim tamu yang datang sebagai pemuncak klasemen justru dibuat bertahan pada babak pertama.
“Pada menit-menit awal kita sudah ambil inisiatif. Borneo FC tim bagus, tapi kita bisa ambil kendali,” ujar pelatih asal Portugal itu kepada media usai laga.
Dukungan ribuan suporter di Stadion Gelora Bumi Kartini menjadi suntikan energi tambahan bagi skuad Laskar Kalinyamat. Lemos secara khusus mengapresiasi atmosfer yang tercipta.
Dua Kiper Jadi Bintang: Nadeo dan Ardiansyah
Pertandingan berjalan terbuka dengan rentetan peluang dari kedua sisi. Tiga nama asing Persijap — Carlos Franca, Sudi Abdallah, dan Alexis Gomez — bergantian mengancam gawang Borneo FC.
Namun, performa gemilang kiper tim tamu, Nadeo Argawinata, membuat semua peluang itu gagal berbuah gol. Nadeo melakukan setidaknya tiga penyelamatan krusial sepanjang laga.
Di kubu lawan, kiper Persijap Muh Ardiansyah juga tampil tangguh. Ia sukses menggagalkan peluang emas yang diciptakan penyerang Borneo FC, Mariano Peralta.
Dampak Hasil Imbang ke Papan Atas Klasemen
Hasil imbang ini menjadi pukulan berat bagi Borneo FC. Pasalnya, pada waktu yang sama, pesaing terdekat mereka, Persib Bandung, berhasil menang 2-1 atas PSM Makassar.
“Sebenarnya kita lebih pantas menang, tapi kita tetap senang bisa ambil satu poin ini,” tegas Lemos, menegaskan kepuasannya meski peluang emas terbuang sia-sia.
Persijap masih memiliki satu laga berat tersisa di pekan pamungkas. Mereka akan bertandang ke markas Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 23 Mei mendatang.