Gunung Ibu di Halmahera Barat Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Vulkanik Capai 800 Meter, Warga Diminta Waspada

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Selasa, 19 Mei 2026 | 12:57:41 WIB
Gunung Ibu di Halmahera Barat erupsi pagi ini dengan kolom abu setinggi 800 meter.

HALMAHERA BARAT — Aktivitas vulkanik Gunung Ibu kembali meningkat. Gunung api setinggi 2.125 meter di atas permukaan laut itu erupsi pada pukul 09.24 WIT, Selasa (19/5/2026). Kolom abu teramati setinggi kurang lebih 800 meter dari puncak, berwarna kelabu dengan intensitas tebal, condong ke arah barat laut.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter. Durasi erupsi tercatat sekitar 4 menit 1 detik. Saat ini, Gunung Ibu masih berstatus Level II atau waspada.

Radius Bahaya dan Larangan Aktivitas

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengeluarkan rekomendasi tegas terkait aktivitas di sekitar gunung. Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan dilarang mendekati kawah aktif dalam radius dua kilometer.

Larangan juga diperluas secara sektoral. Area sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara Gunung Ibu juga tidak boleh dimasuki. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi bahaya dari material vulkanik yang terlontar.

Imbauan Saat Hujan Abu Vulkanik

Badan Geologi mengimbau warga yang beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker dan kacamata. Imbauan ini terutama berlaku jika terjadi hujan abu vulkanik, guna mengantisipasi gangguan saluran pernapasan dan iritasi mata.

Masyarakat Pulau Halmahera diminta tidak mudah terpancing isu yang tidak jelas sumbernya terkait aktivitas vulkanik ini. "Semua pihak diharapkan menjaga suasana kondusif di masyarakat dengan tidak menyebarkan narasi bohong," kata Lana Saria dalam keterangan resmi yang dikutip dari Antara.

Koordinasi dengan Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat diharapkan senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Koordinasi juga dapat dilakukan melalui Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici untuk mendapatkan data terkini.

Warga juga dapat memantau perkembangan aktivitas gunung api secara berkala melalui aplikasi Magma Indonesia milik pemerintah. Informasi resmi dari aplikasi ini menjadi rujukan utama untuk menghindari informasi yang menyesatkan.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: megapolis.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top