TIDORE — Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polresta Tidore Kepulauan kini gencar menyisir jalan-jalan yang selama ini dianggap rawan aksi kriminal. Patroli anti begal ini difokuskan pada lima titik yang kerap sepi pada malam hari, termasuk kawasan pesisir dan jalur alternatif yang minim penerangan.
Kapolresta Tidore, AKBP Erwin Syah, melalui Kasi Humas Ipda Abdul Gani, menegaskan bahwa patroli ini merupakan respons atas kekhawatiran warga yang belakangan meningkat. “Kami ingin memastikan setiap warga yang beraktivitas di malam hari merasa aman. Patroli ini akan rutin kami lakukan, terutama pada jam rawan mulai pukul 22.00 WIT hingga subuh,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (14/5/2024).
Berdasarkan hasil evaluasi Polresta Tidore, aksi begal kerap terjadi dengan modus pelaku mengendarai sepeda motor dan mengincar korban yang melintas sendirian. Lokasi yang menjadi sasaran biasanya adalah jalanan yang jauh dari pemukiman padat penduduk.
Ipda Abdul Gani menambahkan, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak melewati jalan sepi seorang diri pada jam-jam rawan. “Jika terpaksa harus bepergian malam hari, kami sarankan untuk berkelompok atau menggunakan kendaraan umum. Jangan ragu melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan,” imbaunya.
Selain patroli rutin URC, Polresta Tidore juga menyiagakan tim gabungan dari Satuan Samapta dan Reserse Kriminal. Tim ini akan melakukan patroli skala besar secara insidental, terutama pada akhir pekan dan hari libur nasional.
“Kami tidak ingin memberi celah bagi pelaku kejahatan. Kehadiran polisi di lapangan harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Ipda Abdul Gani. Ia berharap dengan patroli yang masif ini, potensi gangguan kamtibmas di Kota Tidore Kepulauan bisa ditekan seminimal mungkin.
Polresta Tidore mengingatkan warga untuk tidak melakukan perlawanan fisik jika menghadapi pelaku begal. Prioritaskan keselamatan jiwa, catat ciri-ciri pelaku dan kendaraannya, lalu segera laporkan ke kantor polisi terdekat atau melalui hotline darurat yang disediakan.
Masyarakat juga bisa menghubungi Bhabinkamtibmas di masing-masing kelurahan untuk mendapatkan respon cepat. Polresta Tidore menjamin identitas pelapor akan dirahasiakan.