TERNATE — Sabuk hitam yang melingkar di pinggang Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos saat membuka kejuaraan taekwondo pekan lalu menjadi kejutan bagi warganet. Ia tampil memakai kostum putih lengkap seni bela diri asal Korea itu di Ballroom Hotel Bela Ternate, Kamis (28/5/2026).
Dalam video yang dibagikan, momen pemasangan sabuk hitam—tingkatan tertinggi dalam taekwondo—langsung mencuri perhatian. Sabuk hitam melambangkan penguasaan teknik, ketahanan mental, serta dedikasi bertahun-tahun dalam berlatih.
Warganet Kaget Lihat Penampilan Gubernur Cantik Bersabuk Hitam
Penampilan Sherly yang dikenal sebagai pengusaha dan kepala daerah itu memicu beragam reaksi di media sosial. Banyak yang mengaku tidak menyangka sosok lembut ini ternyata mengantongi sabuk hitam.
"Ternyata, ibu cantik ini juga Pendekar Kebenaran," tulis akun @pujirohmatxxx.
"Tidak menyangka selembut itu ternyata sabuk hitam," komentar @indripuspodihardjoxxx. Warganet lain membandingkannya dengan aksi Sherly saat menyelam di dasar laut untuk mengibarkan Bendera Merah Putih beberapa waktu lalu.
Harapan untuk Lahirkan Atlet Taekwondo dari Malut
Bagi wanita berusia 43 tahun ini, North Mollucas Taekwondo Championship bukan sekadar ajang seremonial. Dalam sambutannya, ia menyatakan kejuaraan ini menjadi titik awal lahirnya atlet-atlet berprestasi, khususnya dari Maluku Utara.
Sherly berharap kejuaraan yang berlangsung hingga 29 Mei 2026 itu bisa membuktikan bahwa atlet taekwondo asal Maluku Utara mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di level nasional maupun internasional.
Apa Makna Sabuk Hitam dalam Taekwondo?
Sabuk hitam merupakan tingkatan tertinggi dalam seni bela diri taekwondo. Ini menandakan seseorang telah matang dalam penguasaan teknik, ketahanan mental, serta telah melalui semua tahapan sabuk warna (Geup). Pengguna sabuk hitam dianggap telah mendedikasikan bertahun-tahun untuk menguasai diri dan ilmu bela diri.
Apa Target Sherly untuk Atlet Malut?
Sherly menargetkan kejuaraan ini menjadi batu loncatan bagi atlet daerah untuk berprestasi. Ia ingin Maluku Utara tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil atlet, tetapi juga mampu bersaing di kancah nasional dan internasional.