TIDORE — Longsor yang terjadi di perbatasan Kelurahan Folarora dan Kelurahan Tomagoba ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.00 WIT. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun warga di lereng bukit diminta tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.
Material longsor berupa tanah, bebatuan, dan pepohonan menutup akses utama yang menghubungkan dua kelurahan tersebut. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas sama sekali.
Jalan yang tertimbun longsor merupakan jalur utama warga menuju Pasar Folarora dan sejumlah sekolah dasar di pusat kecamatan. Seorang warga setempat, Hasan (45), mengaku terpaksa memutar sejauh 5 kilometer untuk bisa sampai ke pasar pagi ini.
“Saya harus lewat jalan kampung naik turun bukit. Kalau pakai motor, resiko selip karena jalannya licin,” kata Hasan kepada petugas kebencanaan yang tiba di lokasi, Selasa (22/4) pagi.
Pemerintah Kecamatan Tidore Selatan bersama BPBD Kota Tidore Kepulauan telah mendirikan posko darurat di balai Kelurahan Folarora. Warga yang rumahnya berada tepat di bawah tebing longsor diminta mengungsi sementara.
“Kami catat ada 15 kepala keluarga yang rumahnya masuk zona merah. Mereka sudah kami arahkan ke posko,” ujar Lurah Folarora, M. Syukur, saat ditemui di lokasi. Pihaknya juga menyiapkan dapur umum untuk warga yang mengungsi.
Hingga Selasa siang, alat berat belum bisa dikerahkan karena medan yang sulit. Tim gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri masih melakukan evakuasi manual menggunakan cangkul dan sekop untuk membuka satu lajur jalan.
“Kami targetkan satu lajur bisa dilalui kendaraan roda dua malam ini. Tapi kalau hujan kembali turun, evakuasi akan kami hentikan karena risiko longsor susulan tinggi,” jelas Kepala BPBD Kota Tidore Kepulauan, Ahmad R. Gani.
Pembersihan material longsor diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga hari jika cuaca mendukung. Pemerintah kota berencana menurunkan alat berat dari pusat kota pada Rabu (23/4) pagi jika akses jalan sudah cukup lebar untuk dilalui truk.
Tidak ada korban jiwa. Namun satu warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa reruntuhan kayu saat menyelamatkan diri. Korban sudah mendapat perawatan di puskesmas setempat.
BPBD mengimbau warga yang tinggal di lereng untuk segera menghubungi posko di balai kelurahan atau nomor darurat 112 jika melihat retakan tanah atau suara gemuruh dari arah bukit. Warga juga diminta tidak bertahan di rumah saat hujan deras mengguyur lebih dari satu jam.