Jawa Barat Kini Provinsi dengan Jumlah Kendaraan Terbanyak di Indonesia, Tembus 28 Juta Unit—Jakarta Tertinggal Jauh

Penulis: Edi Wahyono  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 09:36:31 WIB
Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah kendaraan terbanyak di Indonesia, mencapai 28 juta unit pada 2025.

MALUKU UTARA — BPS merilis data "Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Provinsi dan Jenis Kendaraan (unit), 2025" yang mengungkap komposisi kepemilikan kendaraan nasional. Sepeda motor mendominasi setiap provinsi, sementara pertumbuhan tahunan kendaraan mencapai 5,16 persen dalam periode 2020–2024.

Jawa Barat Juara, Jakarta Tertinggal Jauh

Provinsi dengan penduduk terpadat di Indonesia ini mencatat total 28.057.560 unit kendaraan. Rinciannya: 2,98 juta mobil penumpang, 36.679 bus, 779.518 truk, dan 24,26 juta sepeda motor. Jumlah sepeda motor di Jawa Barat saja hampir dua kali lipat total seluruh kendaraan di Jakarta.

Di posisi kedua, Jawa Timur mengoleksi 26.699.475 unit kendaraan. Provinsi ini memiliki jumlah mobil penumpang tertinggi kedua secara nasional, yakni 5,58 juta unit — jauh di atas jumlah mobil di Jawa Barat. Disusul Jawa Tengah dengan 22.320.623 unit, didominasi 19,83 juta sepeda motor.

Jakarta: Pusat Ekonomi, Bukan Juara Jumlah Kendaraan

Ibu kota negara hanya berada di peringkat keempat dengan 12.279.058 unit kendaraan. Komposisinya terdiri dari 2,33 juta mobil, 37.981 bus, 527.841 truk, dan 9,37 juta sepeda motor. Meski jumlah kendaraannya lebih sedikit, tingkat kepadatan lalu lintas di Jakarta tetap tertinggi karena luas wilayahnya jauh lebih kecil dibanding provinsi-provinsi di Jawa.

Data BPS juga mencatat pertumbuhan kendaraan tertinggi terjadi pada kategori mobil penumpang, yang naik 6,66 persen per tahun. Disusul bus (5,96 persen), mobil barang (5,42 persen), dan sepeda motor (4,93 persen).

170 Juta Kendaraan, 80 Persen Lebih Sepeda Motor

Secara nasional, dari total 172.938.093 unit kendaraan, sepeda motor menyumbang porsi dominan. Artinya, hampir 8 dari 10 kendaraan yang melintas di jalan Indonesia adalah motor. Fenomena ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah dalam manajemen lalu lintas dan keselamatan berkendara.

Kenaikan jumlah kendaraan yang konsisten setiap tahun — bahkan di atas 5 persen — menandakan kebijakan pembatasan kendaraan di beberapa kota besar belum efektif menekan laju pertumbuhan. Data BPS ini sekaligus menjadi peta jalan bagi industri otomotif untuk membaca pasar yang masih potensial untuk diekspansi.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top