Pemkab Pulau Morotai Imbau Warga Tidak Bakar Sampah di Tengah El Nino, DLH Siapkan Satgas Angkut ke TPS

Penulis: Dedi Supriadi  •  Kamis, 03 September 2026 | 14:47:01 WIB
Warga melintas di dekat titik pengumpulan sampah di Pulau Morotai, Maluku Utara, Kamis (3/8/2026).

PULAU MOROTAI — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengeluarkan larangan keras bagi masyarakat untuk membakar sampah sembarangan. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino yang masih berlangsung di wilayah tersebut.

Kepala DLH Pulau Morotai, Nurhayati, menegaskan bahwa larangan ini bukan tanpa alasan. Selain memicu kebakaran yang cepat menjalar di musim kering, praktik membakar sampah dinilai memperburuk kualitas udara yang sudah terdampak oleh berkurangnya vegetasi di Morotai.

Mengapa Larangan Ini Dikeluarkan Sekarang?

Intensitas kemarau yang diperparah El Nino membuat kondisi lingkungan di Morotai sangat rentan. Nurhayati menjelaskan, percikan api kecil dari pembakaran sampah rumah tangga bisa dengan mudah menyulut semak belukar kering dan meluas menjadi kebakaran lahan yang sulit dikendalikan.

"Kami imbau untuk sampah tidak dibakar. Selain untuk mencegah karena adanya musim kemarau panjang, kemudian terjadi kebakaran di mana-mana. Saya berharap kita bersama jaga mencegah kebakaran lingkungan," ujar Nurhayati, Kamis (3/8/2026).

Polusi Udara dan Vegetasi Morotai yang Makin Kritis

Persoalan ini tidak hanya soal kebakaran. Asap hasil pembakaran sampah menjadi sumber pencemaran udara harian yang membahayakan kesehatan warga jika terus berulang.

"Tidak membakar sampah sembarang karena itu pencemaran udara, terus semak belukar di Morotai hampir habis, jadi kondisi udara kita tidak baik-baik saja. Mohon untuk tidak lagi membakar sampah karena selain untuk mencegah kebakaran, kita melindungi lingkungan yang sehat untuk pencemaran udara," tandasnya.

Jadwal Baru Pengangkutan Sampah oleh Satgas DLH

Untuk memastikan larangan ini berjalan efektif tanpa menyulitkan warga, DLH telah menyiagakan satgas mobil bak sampah dengan pola operasi baru. Pengangkutan kini dijadwalkan pada dua waktu berbeda, yaitu sore hari dan subuh.

Penyesuaian jadwal ini sengaja dilakukan berdasarkan pola aktivitas rumah tangga di Morotai, di mana volume sampah cenderung paling banyak dikeluarkan pada malam hari. Dengan diangkut pada subuh, sampah tidak akan menumpuk lama dan menggoda warga untuk membakarnya.

"Jadi kami mengimbau ke masyarakat Morotai mari kita menjaga kebersihan sampahnya jangan dibakar, tolong membuang sampah pada tempatnya dan sampahnya dikemas yang baik supaya kami dari DLH punya satgas sapu lebih mudah memungut sampah," jelas Nurhayati.

Edukasi Kepada Warga: Buang Sampah dalam Kondisi Terkemas

DLH tidak hanya meminta warga berhenti membakar, tetapi juga mengubah cara membuang sampah. Warga diminta mengemas sampah rumah tangga dengan baik sebelum dibuang ke titik pengangkutan agar petugas satgas lebih mudah memungutnya.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mencegah risiko bencana kebakaran yang kerap terjadi di musim kemarau. DLH meminta peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan masing-masing demi keselamatan bersama.

Reporter: Dedi Supriadi
Sumber: tandaseru.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top