MALUKU UTARA — Kemacetan yang terjadi sejak sepekan terakhir ini bukan tanpa sebab. Proyek peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan konversi dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang menjadi dermaga movable bridge (MB) berkapasitas 50 ton membuat operasional dermaga belum bisa berjalan 100 persen. Alhasil, jumlah kapal yang beroperasi berkurang dari kondisi normal 28 unit menjadi 25 unit.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa dari 25 kapal yang dikerahkan, tiga di antaranya merupakan armada perbantuan. Langkah ini diambil untuk memastikan arus kendaraan, khususnya truk logistik, tetap bergerak meski di tengah keterbatasan infrastruktur.
Heru menegaskan bahwa pengoperasian kapal-kapal besar ini adalah bagian dari koordinasi ketat dengan regulator dan pemangku kepentingan terkait. Tujuannya sederhana: mendongkrak daya tampung penyeberangan dan memangkas waktu tunggu kendaraan di pelabuhan.
"Perusahaan bersama regulator dan pemangku kepentingan terkait terus melakukan langkah-langkah percepatan untuk mengoptimalkan kapasitas layanan penyeberangan serta mengurai kepadatan kendaraan," ujar Heru, Kamis (3/9).
Pengerahan kapal besar ini menjadi strategi utama karena jumlah lintasan yang beroperasi berkurang. Dengan kapasitas angkut yang lebih besar per sekali trip, ASDP berharap volume kendaraan yang menumpuk bisa segera terurai meski jumlah frekuensi pelayaran berkurang.
Penumpukan kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Ketapang dipicu oleh dua proyek besar yang berjalan bersamaan. Pertama, peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk. Kedua, konversi dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang menjadi movable bridge dengan daya angkut hingga 50 ton.
Proyek ini memang dirancang untuk kebutuhan jangka panjang. "Peningkatan kapasitas dermaga ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat keandalan infrastruktur penyeberangan serta mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang," jelas Heru.
Namun, dampak langsung dari pekerjaan ini terasa saat ini. Kombinasi antara lonjakan volume kendaraan logistik dan pengerjaan proyek membuat ruas jalan dari Situbondo menuju Ketapang dipadati antrean kendaraan.
Di tengah dinamika lapangan yang menantang, ASDP berkomitmen menjaga kualitas pelayanan. Heru menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada solusi jangka pendek berupa penambahan kapal.
"Kami juga akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan agar layanan pada lintasan ini semakin optimal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat ke depannya," tambahnya.
Evaluasi ini mencakup pemantauan kondisi di lapangan secara berkala dan penyesuaian jumlah armada sesuai kebutuhan riil. Bagi pengguna jasa yang terjebak antrean, ASDP mengimbau kesabaran dan memastikan bahwa percepatan sedang diupayakan maksimal di tengah masa transisi proyek infrastruktur ini.
Revitalisasi dermaga yang tengah berlangsung memang menimbulkan gangguan operasional, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat konektivitas antara Jawa dan Bali. Setelah proyek rampung, kapasitas pelabihan diharapkan jauh lebih besar dan mampu menampung lonjakan arus kendaraan yang terus meningkat setiap tahunnya.