Pencarian

Jemaah Haji Maluku Utara Diminta Tetap di Hotel Jelang Puncak Haji di Arafah, Satu Orang Sempat Dirujuk ke RS

Selasa, 19 Mei 2026 • 15:15:50 WIB
Jemaah Haji Maluku Utara Diminta Tetap di Hotel Jelang Puncak Haji di Arafah, Satu Orang Sempat Dirujuk ke RS
Jemaah haji Maluku Utara diminta tetap beristirahat di hotel jelang puncak wukuf di Arafah.

TERNATE — Jemaah haji asal Maluku Utara tengah memasuki masa kritis persiapan menuju puncak ibadah di Arafah. Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Muhammad Zaber Wahid, menegaskan bahwa saat ini prioritas utama jemaah adalah menjaga stamina agar tidak tumbang saat puncak wukuf nanti.

“Jemaah masih konsentrasi menunggu ritual haji di Arafah nanti. Untuk saat ini diarahkan tetap standby di hotel dan melaksanakan ibadah di hotel,” kata Zaber kepada Istana FM, Senin, 18 Mei 2026.

Satu Jemaah Sempat Dilarikan ke RS, Diduga Kelelahan

Meski secara umum kondisi jemaah asal Maluku Utara dilaporkan sehat, Zaber mengakui ada satu orang yang sempat menjalani pemeriksaan intensif di rumah sakit. Beruntung, jemaah tersebut hanya menjalani kontrol kesehatan dan sudah diperbolehkan kembali ke hotel.

“Informasi yang kami terima ada satu jemaah yang sempat dirujuk ke rumah sakit, tetapi hanya untuk kontrol dan kemudian dipulangkan kembali ke hotel,” ujarnya.

Sebelumnya, sekitar 20 jemaah lainnya juga dilaporkan mengalami batuk dan kelelahan ringan. Zaber menyebut faktor utama gangguan kesehatan itu adalah perubahan cuaca ekstrem di Arab Saudi serta kelelahan fisik akibat padatnya aktivitas ibadah sunah.

Pembimbing Kloter Hanya Perkuat Materi Manasik

Menurut Zaber, persiapan mental dan pengetahuan manasik sejatinya sudah diberikan sejak jemaah masih berada di tanah air. Materi tentang rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah dibekalkan sebelum keberangkatan.

Saat ini, kata dia, para pembimbing ibadah kloter dan daerah hanya tinggal memperkuat kembali materi yang telah disampaikan kepada jemaah. “Tinggal penguatan-penguatan dari pembimbing ibadah kloter dan daerah mengenai apa yang perlu dilakukan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” katanya.

Jemaah yang Fit Dipersilakan ke Masjidil Haram

Meski diminta fokus beristirahat, Zaber memberikan kelonggaran bagi jemaah yang merasa kondisi fisiknya prima. Mereka tetap diperbolehkan beribadah di Masjidil Haram, asalkan tidak memaksakan diri dan selalu memantau kondisi tubuh.

“Yang penting menjaga kesehatan supaya tetap stabil sebelum sampai pada puncak ritual haji di Arafah nanti,” ujarnya.

Zaber berharap seluruh jemaah asal Maluku Utara dapat menjalani rangkaian ibadah dengan lancar tanpa hambatan kesehatan yang berarti. “Harapannya mudah-mudahan jemaah tetap sehat sehingga bisa melaksanakan ibadah dengan sempurna sampai puncak ritual haji nanti,” pungkasnya.

Bagikan
Sumber: istanafm.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks