Pencarian

Harga Emas Spot Naik Tipis 0,1% ke USD4.547, Koreksi Minyak dan Pelemahan Dolar Jadi Penopang

Jumat, 22 Mei 2026 • 08:12:01 WIB
Harga Emas Spot Naik Tipis 0,1% ke USD4.547, Koreksi Minyak dan Pelemahan Dolar Jadi Penopang
Harga emas spot naik tipis 0,1 persen ke posisi USD4.547 per ons pada Kamis.

MALUKU UTARA — Koreksi harga minyak dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sebesar 0,2 persen menjadi katalis positif bagi emas pada sesi Kamis. Wakil Presiden Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan kombinasi tersebut menciptakan sentimen konstruktif bagi logam kuning dalam jangka pendek.

"Koreksi minyak dan pelemahan dolar dari level tertinggi enam pekan menjadi angin segar bagi emas. Namun, pasar masih dibayangi kehati-hatian karena perundingan sebelumnya kerap gagal menghasilkan kesepakatan yang bertahan lama," ujar Grant.

Dolar Melemah, Imbal Hasil Obligation Turun

Dolar AS mulai memangkas penguatannya terhadap sejumlah mata uang utama, membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi greenback lebih murah bagi pemegang mata uang lain. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang turun 0,2 persen juga mengurangi biaya peluang memegang emas karena aset tersebut tidak memberikan bunga.

Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni justru ditutup melemah 0,1 persen ke posisi USD4.542,50 per ons. Perbedaan pergerakan antara harga spot dan berjangka mencerminkan ketidakpastian investor terhadap arah pasar ke depan.

Konflik Geopolitik dan Tekanan Inflasi Global

Sejak perang AS-Israel-Iran meletus pada akhir Februari, harga emas tercatat telah merosot lebih dari 14 persen. Konflik tersebut mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz, memicu lonjakan harga energi global, dan memperbesar kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dunia.

Analis UBS, Giovanni Staunovo, menilai kenaikan harga minyak yang mendorong inflasi lebih tinggi membuat bank sentral berada di bawah tekanan untuk mempertahankan suku bunga tetap tinggi atau bahkan kembali menaikkannya. "Situasi ini masih menjadi penghambat utama penguatan emas dalam waktu dekat," ujarnya.

Prospek Suku Bunga The Fed Bayangi Pasar

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sebesar 58 persen bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 2026. Probabilitas tersebut meningkat dibandingkan 48 persen sehari sebelumnya, berdasarkan data FedWatch Tool milik CME Group.

Walaupun emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakpastian geopolitik, logam mulia umumnya kesulitan mencatat reli besar pada periode suku bunga tinggi. Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen yang menawarkan imbal hasil lebih menarik seperti obligasi atau deposito.

Logam Mulia Lain Ikut Menguat

Logam mulia lainnya turut bergerak positif pada perdagangan Kamis. Harga perak spot naik 0,9 persen menjadi USD76,63 per ons, platinum bertambah 0,6 persen ke level USD1.962 per ons, sementara paladium melonjak 1,1 persen menjadi USD1.384,50 per ons.

Investasi mengandung risiko. Pergerakan harga emas dan logam mulia lainnya dipengaruhi oleh faktor global yang dinamis, termasuk kebijakan moneter bank sentral dan eskalasi geopolitik.

Bagikan
Sumber: kabarbursa.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks