Pencarian

Mikel Arteta Sukses Bawa Arsenal Juara Premier League Setelah Runtuhkan Budaya Buruk di Klub

Kamis, 28 Mei 2026 • 03:22:01 WIB
Mikel Arteta Sukses Bawa Arsenal Juara Premier League Setelah Runtuhkan Budaya Buruk di Klub
Mikel Arteta merayakan gelar Premier League bersama Arsenal setelah enam tahun membangun budaya klub.

MALUKU UTARA — Penantian panjang The Gunners berakhir sudah. Arsenal memastikan diri sebagai kampiun Premier League 2025/2026, sekaligus mengubur kenangan pahit finis sebagai runner-up dalam tiga musim beruntun sebelumnya. Ini menjadi gelar liga pertama bagi Mikel Arteta sejak ditunjuk sebagai manajer pada Desember 2019, menggantikan Unai Emery.

Kajian Mendalam soal Perasaan Karyawan Klub

Ketika Arteta pertama kali tiba, kondisi internal Arsenal disebutnya sangat kacau. Alih-alih langsung fokus pada taktik di lapangan, ia justru memulai dengan melakukan kajian mendalam untuk memahami perasaan orang-orang yang bekerja di klub.

Yang ia temukan mengejutkan. Arteta tidak senang dan sama sekali tidak terkesan dengan cara para pekerja di klub mendefinisikan perasaan mereka. Dari situlah ia memutuskan untuk meruntuhkan semua budaya yang sudah salah di Arsenal.

Keputusan itu berisiko tinggi. Dalam dua musim pertama, Arsenal bahkan finis di posisi kedelapan dan suara pemecatan terhadap Arteta mulai terdengar keras dari publik.

Dukungan Penuh Keluarga Kroenke di Masa Sulit

Di tengah tekanan, dewan direksi tetap percaya pada proses yang dijalani Arteta. Salah satu pendukung utamanya adalah Co-Chairman Josh Kroenke, yang duduk di posisi tertinggi bersama ayahnya, Stan Kroenke.

"Saya pertama kali bertemu Mikel Arteta ketika dia bermain untuk Arsenal, jadi saya memiliki gambaran tentang kepribadiannya. Ayah saya dan saya tahu banyak tentang sosok di balik pemain tersebut," kata Josh Kroenke di podcast The Overlap bersama Ian Wright dan Gary Neville.

Keputusan untuk bertahan diambil setelah final Liga Europa 2019 di Baku, Azerbaijan. "Saya ingat pernah berbicara dengan ayah saya bahwa mungkin kami perlu mundur selangkah terlebih dahulu untuk akhirnya bisa maju," ungkapnya.

Percakapan Kunci: Bukan Taktik, Tapi Budaya

Ketika Arteta duduk bersama Josh untuk wawancara kerja, isi pembicaraan ternyata tidak melulu soal formasi atau strategi. "Dia menyampaikan semua taktik sepakbolanya, tetapi percakapan yang benar-benar saya ingat adalah tentang budaya," kenang Josh.

Kini, hasil dari perubahan budaya itu terlihat jelas. "Ketika saya datang ke tempat latihan ini dan melihat orang-orang yang ada di sini, saya pikir ini adalah bukti dari apa yang telah Mikel dan stafnya capai selama enam tahun terakhir. Bukan hanya di lapangan, tetapi juga di luar lapangan," tegasnya.

Gelar Premier League musim ini menjadi bukti nyata bahwa membangun fondasi dari budaya yang benar jauh lebih penting daripada sekadar hasil instan di atas kertas.

Bagikan
Sumber: sport.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks