TERNATE — Perjalanan menuju lokasi dakwah di pedalaman Maluku Utara bukanlah perkara mudah. Jarak tempuh yang jauh, medan yang menantang, serta akses transportasi yang terbatas harus dilalui para dai LAZNAS BMH demi menghadirkan syiar Islam di tengah masyarakat. Meski demikian, semangat pengabdian tidak surut untuk membersamai umat hingga ke daerah terpencil pada momen Hari Raya Idul Adha.
Warga Akui Terbantu dengan Kehadiran Dai
Pelaksanaan Sholat Idul Adha berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Bagi warga, kehadiran para dai menjadi kebahagiaan tersendiri di tengah keterbatasan pembinaan keagamaan yang mereka alami sehari-hari.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BMH Maluku Utara dan para dai yang telah datang ke desa kami. Kehadiran dai sangat membantu masyarakat dalam belajar agama, membina anak-anak mengaji, dan menghidupkan kegiatan keislaman di kampung kami," ungkap Misran, tokoh masyarakat desa.
Pesan Pengorbanan dan Ukhuwah di Khutbah Idul Adha
Dalam khutbahnya, Nashirul Haq, salah satu dai BMH, menyampaikan pesan tentang makna pengorbanan, keikhlasan, dan pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah. Momentum Idul Adha juga diajak menjadi sarana meningkatkan kepedulian sosial dan semangat berbagi terhadap sesama.
Program Sebar Dai: Ikhtiar Dakwah ke Pelosok
Kepala Perwakilan BMH Maluku Utara, Nurhadi, menjelaskan bahwa program sebar dai merupakan bentuk ikhtiar menghadirkan dakwah Islam hingga ke wilayah yang sulit dijangkau.
"Program Sebar Dai BMH bertujuan menghadirkan pembinaan keislaman, penguatan akidah, pendidikan Al-Qur’an, serta membersamai masyarakat pedalaman agar tetap merasakan hadirnya dakwah Islam secara berkelanjutan," ujarnya.
Melalui program dakwah pedalaman dan Sebar Dai ini, BMH Maluku Utara berkomitmen menebarkan cahaya Islam hingga ke pelosok negeri sekaligus memperkuat ukhuwah dan pelayanan umat di daerah terpencil.