TERNATE — Hamparan tanaman melon di lahan seluas satu hektare di Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, berubah menjadi lokasi rekreasi keluarga. Agrowisata Melon Gambesi menawarkan pengalaman berbeda: pengunjung tidak sekadar membeli, tetapi bisa memetik sendiri buah yang matang di pohon.
Bagaimana Sistem Petik Buah di Agrowisata Ini?
Pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10.000 per orang. Setelah itu, mereka bebas memasuki area perkebunan dan memetik melon yang sudah siap panen. Buah yang dipetik kemudian ditimbang dan dibayar terpisah sesuai harga pasar.
“Kami sengaja membuka lahan ini untuk wisata petik karena banyak warga Ternate yang penasaran dengan proses budidaya melon. Anak-anak juga senang bisa belajar langsung,” ujar pengelola Agrowisata Melon Gambesi, Rahmat, Senin lalu.
Berapa Banyak Melon yang Tersedia Setiap Musim?
Dalam satu musim tanam yang berlangsung sekitar 70 hari, pengelola menanam hingga 2.000 pohon melon. Setiap pohon rata-rata menghasilkan satu hingga dua buah dengan kualitas premium. Varietas yang ditanam adalah melon jenis Golden dan Alisha yang adaptif dengan iklim Ternate.
Rahmat menjelaskan, masa panen berlangsung selama dua pekan. Jika semua buah matang bersamaan, produksi bisa mencapai 3–4 ton per musim. Namun, sebagian besar hasil justru dipetik langsung oleh pengunjung.
Kenapa Agrowisata Ini Ramai Dikunjungi?
Lokasi Gambesi yang berada di lereng Gunung Gamalama menawarkan pemandangan hijau dan udara sejuk. Akses dari pusat Kota Ternate hanya sekitar 15 menit menggunakan kendaraan bermotor. Kombinasi wisata edukasi dan panorama alam menjadi daya tarik utama.
“Saya bawa anak-anak ke sini setiap akhir pekan. Mereka belajar cara melon tumbuh, dari bunga sampai buah siap petik. Ini lebih seru daripada main gadget di rumah,” kata salah satu pengunjung, Siti Rahma.
Apakah Ada Rencana Pengembangan Lahan?
Pengelola berencana menambah luas lahan menjadi dua hektare pada musim tanam berikutnya. Selain melon, mereka juga mulai mencoba menanam semangka dan blewah untuk variasi wisata petik. Pemerintah Kota Ternate disebut memberikan dukungan berupa bantuan bibit dan irigasi.
Rahmat berharap agrowisata ini bisa menjadi ikon wisata baru Ternate. “Kami ingin membuktikan bahwa pertanian bisa dikemas sebagai atraksi wisata yang menguntungkan petani sekaligus menghibur warga,” pungkasnya.