MALUKU UTARA — Batam tak lagi sekadar kawasan industri manufaktur. Pulau ini mulai dilirik sebagai pusat data digital kelas dunia. Buktinya, seluruh kapasitas pusat data NeutraDC Nxera Batam tahap pertama—yang baru akan aktif pada 2026—sudah habis dipesan. Kondisi ini mendorong Telkom dan NeutraDC untuk segera menyiapkan pembangunan gedung kedua, BTM-2.
Salah satu penyewa yang sudah mengunci slot di BTM-1 adalah Gorilla Technology. Perusahaan yang berbasis di London ini punya spesialisasi di bidang kecerdasan buatan, keamanan siber, dan analitik data. Mereka akan memakai pusat data Batam sebagai basis untuk mengembangkan layanan AI dan digital di Asia.
Respons pasar yang luar biasa ini, menurut manajemen, menjadi sinyal bahwa Indonesia mulai diperhitungkan sebagai pemain penting dalam rantai pasok digital regional.
Mengapa Batam? Peta Baru Ekonomi Digital Asia Tenggara
Posisi geografis Batam yang langsung terhubung dengan Singapura dan Malaysia timur (Johor) menjadi nilai jual utama. Kawasan yang dikenal dengan segitiga pertumbuhan SIJORI ini tengah bertransformasi menjadi hub komputasi awan dan AI paling sibuk di Asia Tenggara.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji, mengatakan tingginya kepercayaan mitra internasional membuktikan bahwa transformasi TelkomGroup menuju perusahaan infrastruktur digital berjalan di jalur yang tepat. “Keberhasilan ini merupakan validasi atas langkah transformasi Telkom untuk membangun portofolio bisnis yang lebih fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).
BTM-2: Mengejar Gelombang Permintaan AI dan Cloud
Pengerjaan BTM-2 disebut bukan sekadar ekspansi biasa. Ini adalah respons atas meledaknya kebutuhan akan kapasitas komputasi untuk kecerdasan buatan dan layanan digital di Asia Tenggara. Seno menambahkan, “Tingginya permintaan pasar terhadap BTM-1 menjadi sinyal positif bagi Telkom untuk melanjutkan pengembangan kapasitas berikutnya melalui BTM-2.”
CEO NeutraDC Group, Andreuw Th.A.F., mengaku antusias dengan masuknya pemain global seperti Gorilla Technology. Menurutnya, ini menjadi validasi bahwa infrastruktur dan layanan yang disiapkan NeutraDC sudah setara standar internasional. “Kami sangat antusias menyambut Gorilla Technology dan partner global lainnya di NeutraDC Nxera Batam,” kata Andreuw.
Dampak Ekonomi Lokal: Lebih dari Sekadar Server
Kehadiran data center raksasa ini tak hanya menguntungkan korporasi. Pemerintah daerah dan masyarakat Batam diproyeksikan menikmati efek berganda, mulai dari terbukanya lapangan kerja baru hingga peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar kawasan industri digital. Telkom berharap langkah ini bisa mengubah posisi Indonesia dari sekadar pasar digital menjadi bagian integral dari ekosistem digital regional.
Melalui pengembangan BTM-1 dan persiapan BTM-2, Telkom dan NeutraDC ingin memastikan Indonesia siap menangkap peluang pertumbuhan ekonomi digital yang makin terintegrasi. “Langkah ini sejalan dengan visi TLKM 30 untuk membangun mesin pertumbuhan baru, memperkuat daya saing nasional, serta menciptakan nilai yang berkelanjutan,” pungkas Seno.