MALUKU UTARA — Dalam pidato pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII, Prabowo secara terbuka mengkritik praktik ekonomi yang dinilainya tidak lagi berpihak pada rakyat kecil. Ia menegaskan bahwa kekayaan alam yang melimpah belum berbanding lurus dengan kesejahteraan warga.
"Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Ini bahasa Indonesia, tidak perlu ditafsirkan," ujar Prabowo dalam sambutannya.
Bunga Kredit Mikro 24 Persen, Pengusaha Besar Cukup 9 Persen
Satu data yang menjadi sorotan utama Presiden adalah kesenjangan suku bunga kredit. Menurut Prabowo, pelaku usaha mikro dan kecil terpaksa membayar bunga pinjaman hingga 24 persen. Angka ini kontras dengan pengusaha besar yang bisa mengakses kredit dari bank pemerintah dengan bunga hanya 9-10 persen.
"Bagaimana orang miskin bayar bunga lebih tinggi daripada pengusaha besar?" kritik Prabowo di hadapan peserta munas.
Ia menilai struktur pembiayaan yang timpang ini justru mempersulit rakyat kecil untuk keluar dari jerat kemiskinan. Alih-alih mendorong pertumbuhan wirausaha, sistem perbankan dinilai masih lebih menguntungkan korporasi besar.
Janji Pemerintah Luruskan Kebijakan dengan Semangat Konstitusi
Prabowo menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen mengembalikan haluan ekonomi ke rel yang benar. Ia menyebut akan menjalankan Pasal 33 UUD 1945 secara "arif dan bijaksana" untuk memperbaiki kejanggalan yang terjadi selama ini.
Pernyataan ini disampaikan di forum yang dihadiri oleh kader-kader pengusaha muda dari seluruh Indonesia. Prabowo seolah ingin menegaskan bahwa keberpihakan pada usaha mikro dan kecil bukan sekadar wacana, melainkan prioritas kebijakan ke depan.
HIPMI dan Harapan Perubahan Iklim Usaha
Munas HIPMI XVIII sendiri menjadi ajang konsolidasi organisasi pengusaha muda yang selama ini kerap menjadi jembatan antara pemerintah dan pelaku bisnis. Kritik Presiden soal deviasi Pasal 33 pun langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan peserta.
Beberapa pengurus HIPMI yang ditemui usai acara menyambut positif pernyataan Prabowo. Mereka berharap ada terobosan konkret, terutama dalam hal akses permodalan dan regulasi yang lebih ramah terhadap pengusaha pemula.
Pemerintah sendiri belum merinci langkah teknis untuk menekan suku bunga kredit mikro. Namun, sinyal keras dari Kepala Negara di forum pengusaha ini menjadi indikasi bahwa perubahan kebijakan di sektor keuangan akan menjadi salah satu agenda prioritas.